suplemenGKI.com

KESUKAAN DALAM TUHAN        

Mazmur 111  

 

Pengantar
Ada banyak hal yang dapat menjadi sumber kesukaan (sukacita) kita. Dan ada bagian syair dari satu lagu yang menyebutkankan salah satu sumber kesukaan, bunyinya ‘kesukaan yang ceria hanya ada pada-MU. Namun benarkah kita memiliki kesukaan, bahkan kesukaan yang ceria di dalam TUHAN? Atau rindukah kita memiliki kesukaan yang ceria di dalam TUHAN? Tidakkah selama ini kita lebih bersuka karena hal-hal lain? Untuk itu mari kita membaca dan menelaah bersama, apa yang diungkapkan Pemazmur dalam Mazmur 111, dan menemukan sumber kesukaan yang sejati, dan juga bagaimana menjadi pribadi yang disuka TUHAN. 

Pemahaman

Ayat  1 – 4           :  Bagaimana Pemazmur bersyukur kepada TUHAN?
Ayat  5 – 10         :  Ada apa di balik hidup takut akan TUHAN?

Pemazmur berseru haleluya dan bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah serta menyatakan bahwa kebesaran perbuatan TUHAN layak diselidiki oleh semua orang yang menyukai perbuatan TUHAN. Perbuatan TUHAN yang besar dan ajaib menjadi peringatan bahwa TUHAN itu pengasih dan penyayang. Dengan demikian kita diajak untuk bukan saja melihat perbuatan TUHAN tetapi bahwa kehidupan kita harus menjadi orang yang menyukai perbuatan TUHAN. Umat yang bersuka akan perbuatan TUHAN. Kita dipanggil untuk menyelidiki (baca: memperhatikan dengan baik) perbuatan TUHAN dan bersyukur dengan segenap hati seperti Pemazmur dan hidup dalam lingkungan (suasana) kebenaran. Kita dipanggil untuk suka kepada perbuatan TUHAN dan hidup berbuat yang disukai TUHAN.

Hidup berbuat yang disukai TUHAN adalah hidup takut akan TUHAN. Dan hidup takut akan TUHAN adalah hidup yang telah mengenal perbuatan-perbuatan TUHAN. Bahwa perbuatan-perbuatan TUHAN telah membawa kehidupan yang baik kepada kita, dan menjadi pemulaan dari hikmat dalam kehidupan kita. Takut akan TUHAN menjadikan kita bijaksana dan berakal budi yang baik. Jadi bukan sembarang berakal budi, tetapi berakal budi yang baik, yaitu yang makin mengenal (memperhatikan dan memahami) perbuatan besar dan ajaib TUHAN bagi umat dan ciptaan-NYA, dan terus hidup memuji TUHAN yang Pengasih dan Penyayang. Dengan demikian umat makin mengetahui hal yang disukai TUHAN dan mana yang tidak disukai TUHAN.

Refleksi

Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita bersuka akan perbuatan-perbuatan TUHAN?
  • Apakah kita hidup takut akan TUHAN dan hidup menyukakan hati-NYA? 

 

Tekad
TUHAN, jadikanlah aku umat-MU yang menyukai segala perbuatan-MU dan hidup takut akan TUHAN. 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya mau lebih memperhatikan dan memahami perbuatan TUHAN dan hidup menyukakan hati TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«