suplemenGKI.com

Bacaan : Yesaya 62 : 1-5.

“Yerusalem kota mulia akan memancarkan kemuliaan Allah”

 

PENGANTAR.
Yerusalem merupakan salah satu kota termasyur di dunia, yang sudah berdiri kurang lebih sejak Millinium 3 BC. Kota ini menjulang tinggi  di punggung bukit pegunungan Yehuda. Dalam Yesaya 52 : 1 Yerusalem disebut sebagai “kota yang kudus”. Mengapa demikian  ? mungkin karena di Yerusalem terdapat Bait Suci dan disitulah Allah bersedia menjumpai uumatNya, sehinngga bagi orang-orang Yahudi ortodok Yerusalem  merupakan kota suci yang tiada duanya, disanalah janji keselamatan yang diberitakan sang nabi akan digenapi.

PEMAHAMAN.

  1. Bagaimana pengharapan mereka terhadap keselamatan Tuhan ? (ayat 1-3 ) gambaran apa yang diberikan untuk Yerusalem ?
  2. Metaphor apa yang dipakai oleh sang nabi untuk menggambarkan hubungan umat denganTuhan ? ( ayat 4-5 )

Umat Tuhan menunggu hari pembebasan yang dijanjikan Tuhan, namun hari yang dijanjikan Tuhan juga belum datang. Mungkin mereka mulai kecewa, bahkan mungkin ada yang mulai putus asa. Dalam kondisi seperti itu sang nabi bertindak. Apa yang dilakukan sang nabi ?  Pertama  : Sang nabi berdoa kepada Tuhan, memohon agar Tuhan segera bertindak melakukan penyelamatan kepada umat Israel. Kedua :  sang nabi memberitakan kepada Israel bahwa Tuhan pasti akan menggenapi jannjiNya dan keselamatan akan menyala seperti suluh bagi Sion.

Sang nabi memberikan gambaran baru tentang Yerusalem yang akan dipulihkan. Kota Yerusalem akan dibangun kembali dan diberi kedudukan yang terkemuka sedemikian rupa sehingga segala bangsa dan raja-raja nya dapat melihat kemuliaan Tuhan dipantulkan dalam kemuliaan Yerusalem. Yerusalem akan menjadi mahkotaNya yang ditempatkan di tanganNya menjadi pokok kesukaanNya bahkan Yerusalem akan mendapat sebutan baru yaitu sebagai “kota keadilan”. Semua gambaran indah tersebut hendak menjelaskan tentang penyelamatan Allah terhadap umatNya. Bahkan sang nabi menyatakan bahwa mereka ( umat Tuhan ) tidak akan ditinggalkan lagi. Sang nabi menggambarkan dengan persekutuan suami istri. Tuhan sebagai suami sedangkan umatNya sebagai istri. Seperti seorang suami memanggil istrinya “sayangku”, demikian juga  Tuhan menyebut Yerusalem dengan nama yang indah. Seperti seorang mempelai laki-laki bergirang hati atas pengantin perempuan  demikian juga Allah bersukahati karena umatNya.

Penggambaran tentang hubungan Tuhan dengan umatNya sebagai Suami dan Istri ( mempelai )  juga dikenakan kepada jemaatNya pada saat ini, hal ini menunjukkan bahwa kasih setia Allah kepada umatNya tetap untuk selama-lamanya.  Dan kita telah merasakan kasih setia Allah itu dalam setiap langkah kehidupan kita. Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI.
Tuhan telah menggenapi janjiNya untuk menyelamatkan kita. Apakah saudara telah mengalami penyelamatan Allah melalui Tuhan Yesus ?

TEKADKU.
Ya Tuhan saya mengucap syukur karena Engkau telah menganugerahkan keselamatan kepadaku.

TINDAKANKU.
Mulai hari ini saya akan menjadi saluran berkat bagi orang-orang yang belum menerima keselamatan Allah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«