suplemenGKI.com

Mazmur 112:1-3.

 

Berkat Dari Hidup Yang Takut Akan Tuhan

Pengantar:
Filosofi dunia tentang dukungan berbeda dengan filosofi hidup dalam Tuhan. Dunia berpikir, segalanya akan menjadi mudah, sukses jika di belakangnya ada kekuatan, ketersediaan dan dukungan. Yang dimaksud: kekuatan, ketersediaan dan dukungan itu bisa bersifat orang-orang berpengaruh (berpangkat), bisa materi dan bisa kedudukan. Dengan ketersediaan semua itu, akan membuatnya menjadi tidak takut untuk bertindak, berbuat atau berkeputusan. Walau tidak jarang dampak dari tindakkan, perbuatan dan keputusannya itu bisa merugikan pihak lain atau bahkan dirinya sendiri. Lain halnya dengan filosofi di dalam Tuhan. Justru hidup takut akan Tuhan itulah yang mendatangkan berkat kebahagiaan.

Pemahaman:

  1. Apakah yang dimaksud pemazmur tentang berbahagialah orang yang takut akan Tuhan?
  2. Apa maksudnya anak-cucunya akan perkasa diĀ  bumi…..! (v. 2-3)

Pemazmur dalam Mazmur 112 ini melukiskan kebahagiaan yang dialami oleh orang-orang yang hidupnya benar di hadapan Tuhan. Berbicara tentang orang benar, Pemazmur menegaskan bahwa itu adalah orang yang takut akan Tuhan, takut akan Tuhan itu dikonkritkan dengan hidup yang suka (cinta, bergaul akrab) dengan segala perintah Tuhan. Cinta, bergaul akrab dengan firman Tuhan itu mau menjelaskan tentang orang yang menjadikan firman Tuhan sebagai patokan, standart, petunjuk dan penuntun dalam setiap tindakkannya, sikapnya dan keputusan dalam hidupnya. Tidak menjadikan segala apa yang ada di belakangnya sebagai kekuatan, beking atau bemper dalam hidupnya. Dalam pekerjaan, dalam karier, dalam pergaulan, dalam keluarga dan dalam pelayanan selalu dilakukan sesuai dengan patokan, standart dan petunjuk firman Tuhan. Itulah orang yang berbahagia. Berbahagia bukan karena berlimpah berkat yang dapat dilihat, dirasa, dinikmati. Tetapi berbahagia karena semua karya, hasil dan miliknya didapat karena sesuai dengan patokan, standart dan tuntunan Tuhan.

Kebahagian orang yang takut akan Tuhan, tidak hanya menjadi miliknya sendiri, tetapi mengalir kepada anak-cucunya. Bahkan dikatakan mereka akan perkasa di bumi, itu artinya bukan menjadi orang yang berkuasa, kaya-raya dan berkedudukan tinggi, tetapi pengertiannya: tidak diperbudak oleh segala sesuatu yang duniawi, sebaliknya menikmati apa yang disediakan Tuhan di bumi ini. Hidup puas dan bersyukur dengan segala berkat Tuhan yang dinikmatinya. Maukah anda hidup berbahagia? Kuncinya, takutlah akan Tuhan.

Refleksi:
Renungkanlah sejenak, apakah kita menikmati hidup dan semua berkat Tuhan yang ada di bumi ini? Ataukah kita diperbudak oleh segala yang ada di bumi, karena kita ingin memiliki semua dan berkuasa atasnya?

Tekad:
Tuhan, ajarlah aku agar selalu hidup takut akan Engkau, sehingga aku dapat berbahagia menikmati berkat-Mu di bumi ini.

Tindakkan:
Tiap hari cinta, bergaul akrab dengan firman Tuhan sebagai patokan dan standart hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«