suplemenGKI.com

Bacaan : Yeremia 14 : 17 – 22

Tema : Mengharapkan Belas Kasih Allah

PENGANTAR
Ketika seseorang sedang terpuruk dan ia tidak menyadari bahwa keterpurukannya tersebut adalah akibat kesalahannya, maka ia akan sulit dibimbing untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan. Bahkan ia akan cenderung memilih pindah gereja yang dapat memberikan janji-janji berkat, kesuksesan, kebahagiaan yang meninabobokan dari pada gereja yang menegur kesalahan dan dosa.

Ketika hamba Tuhan melihat ada umat yang seperti itu maka ia akan membimbing orang tersebut dan berdoa baginya agar ia diberi kekuatan, pemulihan hidup. Melalui renungan hari ini kita akan ditolong melalui pergumulan Yeremia yang berdoa bagi umat Israel yang sedang terpuruk.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang dilakukan oleh Yeremia ketika melihat Tuhan murka kepada umat Israel ? (ayat 17-18).
  2. Apa doa Yeremia kepada Tuhan untuk umat Israel ? ( 19-21 )
  3. Mengapa Yeremia tetap berharap kepada Tuhan ? ( ayat 22 )

Meskipun Yeremia membenci perbuatan Israel sebagai umat yang tegar tengkuk namun ketika ia melihat penghukuman Allah yang dijatuhkan kepada umat Israel sehingga umat Israel menderita dengan sangat maka Yeremia tidak sampai hati melihat penderitaan umat Israel. Hatinya yang lembut merasa iba kepada umat Israel. Oleh sebab itu Yeremia datang kepada Tuhan meminta pengampunan atas dosa bangsanya. Ia memohon kepada Tuhan agar Tuhan tidak memalingkan wajah-Nya dari umat Israel. Yeremia juga memohon kepada Tuhan agar Tuhan membatalkan niat-Nya untuk menghancurkan Israel. Yeremia berusaha mengingatkan Tuhan akan perjanjian-Nya dengan nenek moyang Israel. Sebagai seorang hamba Tuhan, Yeremia berjuang dan berharap kepada Tuhan agar Tuhan berbelas kasih kepada umat Israel. Yeremia yakin bahwa dengan berharap kepada Tuhan maka ia akan mendapatkan ketenangan. Karena Tuhan adalah sumber pengharapan yang sejati.

Perjuangan dan pengharapan Yeremia untuk mendapatkan belas kasih Tuhan Allah atas umat Israel menjadi teladan bagi kita. Ketulusan hatinya dapat memampukan Yeremia mengasihi umat Israel yang tegar tengkuk, mengajar kepada kita untuk mengasihi sesama dengan tulus hati. Pengharapan Yeremia kepada Tuhan yang tak putus-putus, mengajarkan kepada kita, agar kita tetap percaya kepada Tuhan dalam segala keadaan. Sehingga kita dapat menjadi umat Tuhan yang berkualitas.

REFLEKSI
Marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan : Pernahkah anda berdoa dengan sungguh-sungguh untuk orang yang perilakunya menyakitkan hati saudara ? Apakah anda terus berdoa untuk dia ?

TEKADKU
Ya Tuhan berikanlah saya hati yang tulus dan mengasihi orang-orang yang sedang merugikan saya.

TINDAKANKU
Mulai hari ini saya akan berdoa bagi orang-orang yang merugikan saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«