suplemenGKI.com

KASIH BAPA

YESAYA 64: 8-12

 

Rasa bersalah sering membuat seseorang menghindar dari orang lain, terutama orang yang terkait langsung dengan tindakannya itu. Demikian juga, kesadaran akan dosa membuat seseorang cenderung menghindar dari Tuhan. Dengan kata lain, dosa memberi dampak sosial dan spiritual yang menghancurkan hubungan seseorang dengan Tuhan dan sesamanya. Padahal ketika jatuh di dalam dosa, seseorang justu membutuhkan pertolongan, baik dari Tuhan maupun dari sesama. Syukurlah bahwa seperti itu tidak terjadi pada umat Israel. Ketika menyadari keberdosaannya mereka justru mengarahkan pandangan mereka kepada kasih Tuhan. Bagian inilah yang hendak kita pelajari dalam bacaan hari ini.

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 8-9: Dengan sebutan apakah mereka memanggil Tuhan? Apa hubungannya dengan keadaan mereka?
  2. Ayat 10-11: Dosa ternyata membawa dampak bagi beberapa aspek kehidupan mereka. Dampak apa saja yang disebutkan di sini?
  3. Ayat 12: Apa yang mereka harapkan dari Tuhan?
  4. Pada waktu Anda jatuh dalam dosa, aspek-aspek apa sajakah dalam hidup Anda yang terkena dampaknya? Hal apa yang biasanya membuat Anda bangkit kembali?

 

RENUNGAN

Pada waktu seseorang sadar akan dosa-dosanya, apa yang harus dilakukannya kemudian? Bertobat, tentu saja. Namun, sebelum sampai ke titik pertobatan ada baiknya kita mengingat sebuah hal penting yang terkait dengan hubungan kita dengan Tuhan. Dalam pergumulannya menghadapi dosa, Yesaya memanggil Tuhan dengan sebutan yang unik, yaitu Bapa. Sebutan Bapa mengungkapkan beberapa aspek penting hubungan kita dengan Tuhan. Pertama, sebutan itu menyadarkan kita akan keagunganNya sebagai Pencipta (ay.8). Kita memanggil Dia Bapa karena Dialah yang menciptakan kita. Kedua, sebutan itu memantapkan posisi kita sebagai umat kepunyaanNya (ay. 9b).

Sebutan Bapa mengungkapkan adanya jaminan bahwa Tuhan akan menerima kita yang telah jatuh dalam dosa. Sebutan Bapa juga membangkitkan pengharapan kita bahwa Dia akan memulihkan kehidupan kita. Separah apapun dosa telah merusak keadaan kita dan memporak-porandakan hidup kita, Dia sanggup memulihkannya. Kita mempunyai Bapa yang mempedulikan umat-Nya, dan yang akan bertindak untuk menolong kita.

Ketika jatuh dalam dosa kita sering merasa putus asa. Kita putus asa melihat begitu parahnya keadaan kita. Kita menganggap hidup kita sudah hancur dan tidak ada seorangpun yang sanggup menolong kita. Benarkah demikian? Tentu saja, tidak! Kita mempunyai Tuhan yang sentiasa peduli terhadap kita. Kita mempunyai Tuhan yang siap menolong kita. Kita mempunyai Bapa yang selalu mengasihi kita.

 

Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tanganKu; tembok-tembokmu tetap di ruang mataKu. (Yesaya 49:16)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*