suplemenGKI.com

Memberitakan Yesus Kristus yang Bangkit Kepada Seluruh Bangsa

Kisah Para Rasul 10:37-43

 

Pengantar

Umumnya kita suka menceriterakan kepada sahabat, teman, dan bahkan orang di sekitar kita tentang pengalaman spektakuler atau suka cita yang luar biasa yang sedang atau baru saja kita alami.

Apakah kita bersuka cita atas berita kemenangan Kristus terhadap maut?KebangkitanNya di antara orang mati yang kita rayakan pada hari Raya Paskah, seharusnya menjadi momentum bagi kita, murid-muridNya untuk memberitakan tentang siapa Dia kepada semua orang.  Bukankah ada sebuah kabar baik, bahwa barang siapa yang percaya kepadaNya, ia akan mendapat pengampunan dosa, karena NamaNya.

Pemahaman

Ayat 37-39   :Bagaimanakah cara rasul Petrus memulai pemberitaannya?

Ayat 38-43   :Apa tugas yang diberikan kepada Petrus dan murid-murid lainnya, yang makan dan minum bersamaNya?

Petrus memulai penjelasannya dengan sesuatu yang diketahui oleh para pendengarnya, kemudian menjelaskan siapa dia. Nampaknya apa yang terjadi di Yerusalem dalam beberapa bulan terakhir sudah tersebar ke berbagai wilayah. Rasul Petrus menggunakan hal tersebut untuk memulai pemberitaannya. Ini adalah sebuah metoda yang sangat baik, memulai dari apa yang diketahui oleh lawan bicara serta berita hangat saat itu.

Rasul Petrus memberitakan tentang karya (ay. 38), kematian (ay. 39-40), dan kebangkitan (ay. 41) Kristus, yang pada akhirnya akan menghakimi dunia (ay. 42), tetapi juga menyediakan pengampunan bagi yang percaya kepada Dia (ay. 43). Mewartakan karya pengampunan Allah ini dipahami rasul Petrus sebagai tugas yang dipercayakan Allah kepada para murid. Bagi Petrus, memiliki pengalaman sebagai saksi mata atas seluruh rangkaian karya kasih Allah tersebut merupakan hak istimewa yang melahirkan ungkapan syukur sehingga dengan segenap hati rela mengemban tanggungjawab untuk mempersaksikan apa yang telah mereka alami, yaitu makan dan minum bersama dengan Kristus.

Refleksi

Sebenarnya kita juga termasuk kelompok murid-murid Kristus yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah KebangkitanNya (Ayat 41). Bukankah kita juga yang diundang dan berpartisipasi dalam Perjamuan KudusNya?  Apakah aku telah meneladani Petrus dan para murid untuk menjadi saksi bagiNya yang bangkit dan menang atas maut?

Tekad

Sebagai murid Kristus, aku mau bersaksi tentang suka cita yang kurasakan atas anugerah pengampunan dosa yang telah kuterima.

Tindakan

Memohon kepada Tuhan “keberanian” untuk berbagi. Lalu aku mulai berbagi sukacita dengan orang-orang di sekitarku tentang kemenangan Kristus atas maut.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«