suplemenGKI.com

Selasa, 22 Juni 2021

21/06/2021

KETIKA MENGABAIKAN TEGURAN TUHAN

Keluaran 9 : 13 – 35

 

PENGANTAR
Respon tiap orang ketika menerima teguran pasti berbeda-beda. Ada yang menerima dengan lapang dada tapi tidak sedikit yang mengeraskan hati, tersinggung, marah dan bersikeras tidak mau mengakui kesalahannya. Dalam renungan kita hari ini membicarakan Firaun, yang tetap mengeraskan hati terhadap teguran Tuhan. 

PEMAHAMAN

  1. Peringatan dan teguran apa saja yang disampaikan Tuhan kepada Firaun sebelum Tuhan mengirimkan tulah ke tujuh ? Apa tujuannya ?
  2. Bagaimana respon Firaun terhadap peringatan dan teguran Tuhan ?
  3. Bagaimana tinndakan Tuhan terhadap kekerasan hati Firaun dan rakyat Mesir ?

Sebelum Tuhan menimpakan tulah kepada Firaun dan bangsa Mesir, maka Tuhan memberi peringatan terlebih dahulu kepada mereka melalui Musa dan Harun. Yang pertama : Tuhan menegur Firaun agar melepaskan umat Israel untuk beribadah kepada Tuhan (13). Kedua : Tuhan memberi kesempatan kepada mereka untuk menyelamatkan diri sebelum tulah hujan es ditimpakan. Bahkan supaya Firaun dan bangsa Mesir menyesali kesalahannya dan bertobat.

Namun Firaun dan bangsa Mesir tidak peduli terhadap peringatan dan teguran Tuhan tersebut. Akibatnya, Tuhan menimpakan tulah hujan es kepada Firaun dan bangsa Mesir. Sebuah hujan es yang sangat dahsyat, disertai dengan guruh dan kilat (23-24) yang  menyambar-nyambar ke bumi, sehingga hujan es tersebut menimpa binasa segala sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, dari manusia sampai binatang (ayt 25). Sungguh tak terbayangkan kedahsyatan tulah tersebut. Hal itu dilakukan oleh Tuhan untuk menunjukkan kemuliaan dan kebesaran nama-Nya (ayat 14-16). Agar Firaun dan bangsa Mesir mengenal kedahsyatan kuasa Allah sehingga mereka sadar dan bertobat. Bahkan  Kemuliaan dan kebesaran nama Tuhan semakin nyata ketika di tanah Gosyen dimana umat Israel tinggal, terbebas dari tulah yang diturunkan Tuhan (ayat 26). Namun Firaun dan bangsa Mesir tetap mengabaikan peringatan Tuhan.

Kiranya melalui peristiwa ini, juga mengingatkan kita, supaya kita memiliki hati yang terbuka dan siap menerima teguran Tuhan dengan bertobat dan mengakui kemuliaan dan kebesaran nama-Nya.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Jangan sekali-kali mengabaikan teguran Tuhan, milikilah hati yang selalu terbuka ditegur dan diperbaiki oleh Tuhan.

TEKADKU
Ya Tuhan, tolonglah saya, untuk memiliki hati yang selalu terbuka menerima teguran Tuhan.

TINDAKANKU
Untuk memiliki hati yang terbuka ditegur Tuhan, maka saya juga harus memiliki hati yang rela untuk ditegur oleh sesama.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»