suplemenGKI.com

MEMBAWA KESUKAAN HATI : BUKAN SESUKA HATI

Mazmur 19 : 2 – 15

Pengantar
Dalam hidup ini ada hal-hal yang dapat memberi kesukaan bagi hati kita. Dan sebaliknya kita pernah tidak bersuka hati melihat orang yang bersikap sesuka hati alias menuruti kesenangan diri sendiri. Bagaimana cara kita membedakan apakah kita hidup dalam kesukaan hati atau hidup sesuka hati. Pemazmur menggambarkannya secara indah melalui cara TUHAN menyatakan keberadaan diri.

Pemahaman
Ayat 2 – 7            :  Bagaimana cara TUHAN menyatakan keberadaan-NYA ?

Ayat  8 – 11         :  Sebutkan penggambaran Pemazmur tentang Taurat dan Titah TUHAN ?

Ayat  12 – 14       :  Bagaimana Kesadaran pemazmur akan pentingnya Taurat dan Titah TUHAN ? 

Ayat 15                 :  Apa arti ungkapan Pemazmur pada ayat ini ?

TUHAN menyatakan keberadaan-NYA melalui banyak cara, dan salah satunya adalah melalui alam ciptaan-NYA. Jadi tidak hanya melalui berita dan kata-kata tapi juga melalui karya alam yang dapat dirasakan terus menerus di segala waktu dan tempat. Dan ketika menyatakan diri melalui Taurat dan Titah-NYA juga dapat dirasakan dalam berbagai penggambaran, yaitu : sempurna menyegarkan jiwa, teguh memberikan hikmat, tepat menyukakan hati, murni membuat mata bercahaya, benar dan adil, indah lebih daripada emas, serta manis lebih daripada madu.

Pemazmur juga menyadari bahwa Taurat dan Titah TUHAN itu sungguh penting karena memberi perlindungan serta menghindarkan setiap hamba-NYA dan setiap orang yang berpegang pada-NYA dari hal yang menyesatkan, bebas dari ketidaksadaran diri dan dari pelanggaran besar.

Dan pada akhirnya Pemazmur berharap bahwa hidupnya tidak untuk berlaku sesuka hati, tapi untuk berkenan kepada TUHAN yang adalah gunung batu dan penebusnya melalui ucapan mulut dan renungan hatinya.

Refleksi
Apakah anda setuju bahwa : Firman TUHAN akan membawa kesukaan hati bagi mereka yang tidak hidup sesuka hati. Mengapa demikian ?

Tekadku
Menjaga ucapan mulutku dan renungan hatiku agar berkenan kepada TUHAN, dan menjadikan TUHAN sebagai gunung batuku (pelindung) dan penebusku (pemilik) dengan selalu hidup dalam Firman-NYA.

Tindakanku
Hari ini saya akan mendaraskan (seperti “mengunyah” berulang-ulang) sebuah ayat atau Mazmur pendek untuk merasakan dan mendapatkan sari pati yang penting untuk hidup berkenan kepada TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«