suplemenGKI.com

1Samuel 2:18-20,26.

 

Pentingnya Membawa Anak-Anak Sejak Kecil Kepada Tuhan.

Pengantar:
Dalam Matius 19:14, Yesus berkata “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan Sorga” Kalimat Yesus itu pada awalnya memang menegur murid-murid yang memarahi orang-orang yang membawa anak-anak mereka untuk diberkati oleh Yesus, tetapi jika diperluas kalimat itu juga sebetulnya menyindir para orangtua yang tidak suka mengantar anak-anak mereka untuk beribadah dan juga bagi orang-orang yang keberatan jika ada anak-anak hadir dalam ibadah. Bagi Yesus justru mereka harus dibawa kepada-Nya, karena mereka yang selalu datang kepada Yesuslah yang akan menghadirkan kerajaan Allah dalam hidup mereka yang benar di hadapan Tuhan. Bagaimana dengan Samuel dalam bacaan hari ini?

Pemahaman:

  1. Sejak kapankah Hanna membawa Samuel kepada Tuhan? (v. 22-28)
  2. Apakah kegiatan Samuel di rumah Tuhan? (v. 18)
  3. Bagaimanakah dukungan Hanna sebagai orangtua terhadap anaknya Samuel? (v. 19)
  4. Bagaimanakah perkembangan hidup Samuel? (v. 26)

Kita tidak mendapatkan data jelas sejak umur berapa Samuel dibawa oleh Hanna ke rumah Tuhan, tetapi kitab Suci menjelaskan, sejak Samuel cerai susu (v.22, 24) Diperkirakan ketika Samuel 1-2 tahun, masih sangat kecil. Hal ini hendak menegaskan, bahwa anak-anak harus sudah dibawa kepada Tuhan untuk dididik hidup benar, menjauhi kjahatan dan takut Tuhan adalah sejak usia masih kecil.

Sekalipun Samuel masih kecil, namun di rumah Tuhan ia menjadi pelayan Tuhan (v. 18) Kita tidak tahu persis apa yang dilakukannya, sehingga dia disebut menjadi pelayan Tuhan. Besar kemungkinan Samuel yang masih kanak-kanak itu diajar untuk: memuji Tuhan, membaca taurat dan berdoa.

Hal menarik adalah, Hanna setiap membuatkannya jubah kecil dan membawanya bagi Samuel. Ini hendak menjelaskan bahwa Hanna sebagai orangtua sangat mendukung, memperhatikan kebutuhan kerohanian anaknya Samuel. Bagian ini yang bisa kita jumpai catatannya, tetapi tentu ada banyak dukungan, pengorbanan dan perjuangan yang dilakukan Hanna demi pendidikan rohani Samuel, sehingga Samuel kemudian menjadi seorang peibadi yang memuliakan Tuhan.

Pada ayat. 26, Samuel dikatakan semakin besar, semakin disukai baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia. Hal ini tentu terkait dengan pertumbuhan rohani, hidup benar dan memuliakan Tuhan yang ditunjukan oleh Samuel .

 

Refleksi:
Mari kita tenang sejenak, apakah kita rindu anak-anak bertumbuh sehat rohani, hidup benar dan memuliakan Tuhan? Sesibuk apapun kita, bawalah mereka sejak kecil kepada Tuhan.

 

Tekad:
Tuhan, tolonglah agar saya setia, sedia, rela berkorban membawa anak-anak kepada-Mu.

 

Tindakan:
Saya bertekad mulai saat ini membawa anak-anak pada Tuhan dalam ibadah anak.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*