suplemenGKI.com

Yesaya 51:9-16

JANGAN MELUPAKAN TUHAN

PENGANTAR
Rasa tidak berdaya dan putus asa membuat bangsa Yehuda melupakan Tuhan. Di sini melupakan Tuhan berarti tidak lagi memperhitungkan keberadaan-Nya, tidak lagi percaya kepada kuasa-Nya, atau tidak lagi mengandalkan Tuhan untuk mengatasi masalah mereka. Dalam kehidupan kita sendiri, ada banyak hal yang dapat membuat kita melupakan Tuhan. Kesibukan dapat membuat kita melupakan Tuhan dan tidak mempedulikan kehadiran-Nya dalam hidup kita. Masalah yang berat, penderitaan yang panjang, dan juga doa-doa yang tidak terjawab, dapat membuat kita berhenti mengandalkan kuasa-Nya. Jika hal ini terjadi, tentu saja, keadaan kita akan semakin buruk.

PEMAHAMAN

  • Ay. 9-11. Bagaimana Yesaya memulai seruan doanya? Mengapa dalam doanya Yesaya menyebut ”tangan Tuhan”? (lihat ay. 5). Hal apa saja yang menjadi dasar seruan doa Yesaya? (ay. 9b-11)
  • Ay. 12-13. Bagaimana Tuhan memulai jawaban-Nya kepada umat-Nya? (ay. 12a). Dalam hal apa Tuhan menegur mereka? (ay. 12b).
  • Ay. 14-16. Janji apa yang Tuhan berikan kepada umat-Nya?

Yesaya mengawali doanya dengan seruan yang kuat, ”Terjagalah, terjagalah!” Seruan ini berasumsi bahwa sekarang ini Tuhan sedang tidur sehingga tangan Tuhan tidak memiliki tenaga. Tangan Tuhan disebutkan di sini karena di bagian sebelumnya Tuhan sendiri telah menyebutkan tentang tangan kekuasaan-Nya (ay. 5). Yesaya berseru agar Tuhan kembali menggunakan tangan-Nya yang kuat itu. Seruan ini didasari oleh perbuatan tangan Tuhan di masa lampau, yaitu: 1) mengalahkan Mesir (yang dilambangkan dengan Rahab dan naga, lihat 30:7), 2) mengeringkan laut untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Yesaya percaya bahwa Tuhan yang telah membawa mereka keluar dari Mesir pasti mampu membebaskan mereka dari Babel dan membawa mereka kembali ke Yerusalem (ay. 11).

Tuhan juga mengawali jawaban doanya dengan seruan kuat, ”Akulah, Akulah …” (ay. 12). Tuhan bukan hanya terjaga atau bangun, melainkan menghadirkan diri-Nya di tengah-tengah mereka. Kata ”menghibur” menunjukkan bahwa Tuhan mengerti dan peduli terhadap apa yang sedang mereka rasakan yaitu ketakutan. Ketakutan itu muncul karena mereka melupakan Tuhan, Sang Pencipta, yang telah menjadikan mereka. Dalam hal itulah Tuhan menegur mereka.

Segera setelah menegur umat-Nya, Tuhan memberikan janji-Nya bahwa Ia akan membebaskan mereka dari pembuangan di Babel. Namun, sebelum waktu pembebasan itu, Tuhan akan tetap memelihara kehidupan mereka. Selain memberikan makanan kepada mereka (ay. 14b), Tuhan juga tetap akan memimpin mereka dengan firman-Nya dan melindungi mereka dengan di bawah naungan tangan-Nya (ay. 16).

REFLEKSI
Ada banyak hal yang dapat membuat kita melupakan Tuhan. Namun, Tuhan tidak akan melupakan kita.

TEKADKU
Ya Tuhan, berilah aku kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan dan berilah aku ketekunan untuk tetap berdoa kepada-Mu.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan mengajak salah seorang anggota keluargaku untuk bersama-sama mendoakan masalah yang sedang aku hadapi, khususnya dalam pekerjaanku dan keluargaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«