suplemenGKI.com

HIDUP DALAM PERTEDUHAN DAN PENEGUHAN TUHAN

Mazmur 90 : 1 – 6, 13 – 17

 

 

Pengantar
Dalam segala keterbatasan hidup, bahkan dalam himpitan kesulitan dan kesusahan, sering kita mengalami perasaan kuatir dan takut. Di saat perasaan kuatir dan takut menguasai hidup kita maka seakan tak ada harapan dan sukacita yang mewarnai hidup ini. Melalui Bacaan Alkitab hari ini, kita diajak untuk melihat segala keterbatasan kita secara positif, dan juga memperlihatkan bagaimana cara menghadapi berbagai kesulitan dan kesusahan walau dalam segala keterbatasan. Karena itu mari kita memperhatikan apa yang menjadi doa Musa dalam Mazmur 90 : 1 – 6, 13 – 17 dan berusaha menangkap pesan iman di dalamnya.

Pemahaman
Ayat  1 – 6            :  Bagaimana pengakuan Musa di hadapan TUHAN tentang
Kenyataan hidup ini ?
Ayat  13 – 17        :  Apa permohonan Musa kepada TUHAN ?

Dalam doanya, Musa mengakui dan menyatakan bahwa TUHANlah tempat perteduhan mereka, dan bahwa hanya TUHANlah yang menjadi ALLAH mereka selama-lamanya, dari sebelum adanya sesuatu sampai akhir kehidupan. Dan bahwa manusia itu tidaklah kekal bahkan sangat terbatas masa hidupnya, sangat tidak dapat dibandingkan dengan TUHAN. Perhatikan ungkapan: “Di mata TUHAN, seribu tahun sama seperti hari kemarin”. TUHANlah yang menentukan hidup manusia, dan yang mengembalikan kepada asalnya.

Terhadap kenyataan hidup yang demikian itu, Musa memohon kepada TUHAN agar menyatakan kebersamaan dengan umat-NYA, menyayangi dengan kasih setia dan kemurahan. Agar umat mengalami sukacita karena perbuatan-perbuatan TUHAN yang penuh semarak di tengah berbagai kesulitan dan dukacita yang mereka alami. Musa memohon peneguhan hidup dari TUHAN bagi umat-NYA. Jadi tidak berarti umat tidak melakukan apa-apa, tetapi melakukan sesuatu dalam peneguhan TUHAN.

Refleksi
Sediakan waktu sejenak untuk merenungkan:

  • Apakah kita telah menyadari segala keterbatasan kita di tengah kehidupan ini?
  • Apa yang telah kita lakukan untuk mengatasi berbagai keterbatasan hidup kita?

Tekadku
TUHAN, biarlah aku boleh hidup berteduh di dalam kuasa-MU, dan tetap teguh melakukan sesuatu di tengah berbagai situasi kehidupan dalam kemurahan dan sayang-MU.

Tindakanku
Saya tidak akan takut menghadapi kenyataan hidup ini, tetapi makin berteduh di dalam TUHAN dan selalu memohon peneguhan dari TUHAN atas segala hal yang bisa kulakukan hari ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«