suplemenGKI.com

KUALITAS HATI

I Samuel 16:5-13

 

PENGANTAR
Pilihan apapun dalam hidup dipengaruhi oleh kualitas hati. Makin tidak berkualitas hati, makin tidak berkualitas pula pilihan hidup yang diambil.  Kebenaran inilah yang dialami Samuel ketika bertandang ke rumah Isai.  Mari kita baca dan pelajari!

PEMAHAMAN

  • Ayat 5 : Apa yang Samuel lakukan di rumah Isai?
  • Ayat 6 : Apa yang Samuel yakini ketika melihat Eliab?
  • Ayat 7 : Bagaimana tanggapan Allah atas pilihan Samuel?
  • Apa yang saudara pelajari dari jawaban Allah kepada Samuel?

Tampaknya tidak mudah bagi Samuel melupakan kekecewaannya kepada Saul.  Maklum, Samuel yang telah mengurapi Saul sebagai raja pertama yang dikehendaki Israel.  Samuel pasti pernah menaruh harapan kepada Saul agar memimpin Israel menjadi lebih baik. Namun faktanya, justru Saul sendiri yang tidak taat sehingga Allah berketetapan menggantinya.  Allah kembali mengutus Samuel ke rumah Isai dengan pesan, “Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat.  Urapilah bagi-Ku orang yang kusebut kepadamu” (ayat 3).  Perintah Allah jelas bahwa Ia sendiri yang akan menyebut namanya.  Justru yang terjadi sebaliknya, begitu Samuel melihat Eliab, ia berkata dengan penuh keyakinan, “Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya”.  Meski Allah sudah mengingatkan Samuel untuk tidak “melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (ayat 7b), namun Samuel masih saja memilih (sampai tujuh kali) sesuai dengan pandangan matanya.

Apakah Samuel tidak tahu pesan Allah?  Ataukah Samuel sengaja melupakan pesan Allah? Yang pasti Samuel terkenang Saul.  Hal itu bisa dilihat dari respons Allah atas pilihan Samuel yang masih melihat “paras atau perawakan yang tinggi” sebagaimana diri Saul (bdk dg 10:23-24).  Samuel yang harusnya peka mendengar suara Allah, malah terpengaruh suasana hatinya kepada Saul.  Samuel gagal move on dari kondisi hatinya yang kecewa, padahal di waktu yang sama ia sedang menjalankan tugas sebagai utusan Allah.

Sangat mungkin kita mengalami sikap hati seperti Samuel yang memandang orang lain berdasarkan pengamatan secara fisik. Samuel terjebak pada apa yang berlangsung di depan matanya, seolah hal itu identik dengan apa yang Allah mau. Mestinya pengalaman bersama Allah mengajarkan Samuel untuk terus belajar melihat segala sesuatu dalam kaitannya dengan rencana Allah, bukan kehendak dirinya sendiri.  Kualitas hati yang berkenan menjadi sarana Allah menyampaikan rencananya bagi diri dan sesama.  Kualitas hati dicapai dengan cara menjaga hidup dan relasi dengan Allah, serta bersedia dipakai Allah menggenapkan rencana-Nya.

REFLEKSI                                                                          
Sesibuk apapun, mari terus menjaga kualitas hati agar pandangan diri kita terhadap orang lain dan keputusan yang kita ambil seturut dengan rencana Allah bukan kehendak diri sendiri.

 

TEKADKU
Tuhan tolong aku agar dapat meningkatkan kualitas hati dengan menjaga hidup dan kualitas hubungan dengan-Mu.  Agar aku peka mendengar pesan dari-Mu bagi diriku dan orang lain.

 

TINDAKANKU
Aku akan memperbaiki kualitas hati di hadapan-Nya melalui meninggalkan karakter ……… dan berusaha baca firman-Nya setiap hari, berdoa yang berkualitas, beribadah dengan sungguh, dll.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«