suplemenGKI.com

Selasa, 21 Juli 2020

20/07/2020

Zefanya 3 : 1-13

TUHAN ALLAH YANG ADIL DAN PENUH KASIH

 

Pengantar
Kitab Zefanya, ditulis pada jaman sebelum pemerintahan atau pada awal pemerintahan raja Yosia ( 640 – 609 SM ), sebelum kejatuhan Niniwe ( 612 SM ). Zefanya bernubuat pada waktu yang sama dengan Yeremia dan Nahum, dan merupakan nabi terakhir dari nabi-nabi kecil yang bernubuat sebelum bangsa Yehuda tertawan ke Babel.

Zefanya memberitakan tentang hukuman karena dosa, hal ini menunjukkan akan keadilan Tuhan yang tidak kompromi dengan dosa. Namun disisi lain Zefanya juga menyerukan pertobatan dan janji pemulihan dan keselamatan bagi mereka yang mau bertobat. Untuk lebih jelasnya, marilah kita menyimak renungan hari ini.

Pemahaman

  1. Kepada siapakah Zefanya menyampaikan berita penghukuman ini ? Mengapa mereka akan dihukum Tuhan Allah ? ( ayat 1-8 )
  2. Siapakah yang akan menerima kasih dan pengampunan Tuhan Allah ? ( ayat 9-13 )

Di pasal 2, Zefanya memberitakan hukuman Tuhan kepada bangsa-bangsa  yang jahat yang memusuhi Yehuda, yakni bangsa Filistin ( 2:4-7), Moab, Amon ( 2:8-11), Etiopia dan Asyur ( 2:12-15). Namun yang mengejutkan adalah Zefanya juga memberitakan penghukuman kepada Yerusalem. Bukankah Yerusalem adalah umat-Nya sendiri. mengapa Tuhan sampai menghukum. Jawabannya adalah, ketika Tuhan sampai menghukum umat-Nya itu berarti Tuhan Allah sedang menegakkan keadilan-Nya. Karena dosa dan pelanggaran umat-Nya sudah sangat keterlaluan. Dikatakan dalam pasal 3 ini, mereka adalah si pemberontak, tidak mau taat, tidak mau ditegur, tidak mau dikoreksi, tidak mau percaya (ayat 1-2).Para pemukanya seperti singa, para hakimnya seperti srigala, para nabinya pengkhianat, para imamnya menajiskan dan memperkosa hukum (ayat 3-4). Melihat bahwa para pemimpin umat Tuhan semuanya jahat maka Tuhan akan melakukan keadilan, menghukum semua yang jahat dimata Tuhan.

Di satu sisi Tuhan akan menyatakan keadilan-Nya dengan menghukum umatnya yang berlaku tidak setia dan tidak taat. Namun disisi lain Tuhan Allah menyatakan kasih-Nya kepada umat-Nya yang mau bertobat dan berlindung kepada Tuhan Allah. Tuhan akan menyelamatkan mereka dan memberikan bibir baru yang bersih kepada umat-Nya agar mereka dapat menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran. (ayat 9-10). Mereka yang durhaka, congkak, sombong akan disingkirkan dari umat Tuhan sehingga yang tinggal adalah mereka yang rendah hati, lemah dan yang mencari perlindungan Tuhan. Umat Tuhan tinggal mereka yang merupakan kawanan domba yang aman, yang makan dan berbaring dalam ketentraman dalam kasih-Nya.

Tuhan Allah itu Mahakasih, namun pada saat yang sama Ia juga Mahaadil. Kasih-Nya selalu mengampuni namun keadilan-Nya harus menghukum yang berdosa. Dan di dalam Tuhan Yesus Kristus Allah menunjukkan Kasih dan Keadilan-Nya, melalui kematian-Nya di kayu salib untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Amin.

Refleksi
Marilah kita mengambil waktu sejenak untuk merenung. Apakah anda pernah mengalami keadilan Allah dan sekaligus Kasih-Nya ?

Tekadku
Ya Tuhan, sesungguhnya Engkau sangat mengasihi kami, untuk itu kami bersyukur untuk kasih-Mu. Namun Engkau menghendaki agar kami taat dan setia kepada-Mu, supaya jangan sampai kami berdosa, dan Engkau murka karena dosa kami. Kiranya Anugerah-Mu selalu kami rasakan.

Tindakanku
Sebagai rasa ucapan syukur atas kasih-Nya, saya harus taat dan setia kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»