suplemenGKI.com

Selasa, 21 Juli 2015

20/07/2015

Allah Tak Pernah Mengingkari Janji Kasih SetiaNya (2)

2 Samuel 11:6-15

Pengantar

Orang yang melakukan perbuatan dosa seksual cenderung untuk memperbesar dosanya dalam rangka menutupi aib yang telah diperbuatnya. Itulah yang dilakukan oleh Daud sebagaimana dikisahkan dalam ayat-ayat bacaan kita. Allah tidak mengabaikan dosa Daud sekalipun ia telah berjanji kepada Daud untuk menjaga kekokohan kerajaannya. Dalam 2 Samuel 12:13 tertulis: “Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud: “ Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati”. (2 Samuel12:13 TB). Namun ayat selanjutnya mencatat konsekuensi yang akan dialami oleh Daud: “Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.” (2 Samuel12:14 TB). Bahkan secara tegas Allah juga mengatakan: “…… Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari” (2 Samuel 12:11, TB). Apa yang bisa kita pelajari dari kebenaran ini?

Pemahaman

Ayat 6-8:   Apa maksud tersembunyi Daud dibalik tindakannya memanggil pulang Uria, suami

Betsyeba, dari medan perang?

Ayat 9-11: Apakah Uria mau pulang ke rumahnya seperti yang diminta oleh Daud?

Apa alasan Uria menolak titah Daud?

Ayat 12-13 Apa upaya lanjutan Daud, bahkan dengan membuat Uria mabuk?

Ayat 14-15 Apa tujuan Daud bersurat kepada Yoab?

Ketika Daud mengetahui akibat perbuatan terlarangnya dengan Betsyeba, yang jika terbongkar akan mendatangkan aib bagi dirinya, maka Daud segera mencari cara untuk menutupi dosa yang telah diperbuatnya. Ia pun memanggil Uria dari medan pertempuran dengan harapan Uria bersedia pulang ke rumah dan tidur dengan istrinya sehingga Daud bisa terbebas dari akibat perbuatannya. Ketika upaya pertamanya gagal, Daud mencobanya sekali lagi dan kali kedua ia membuat Uria mabuk. Namun apa daya sebagai seorang prajurit sejati, Uria tetap menolak untuk pulang ke rumah. Upaya kedua Daud kembali gagal. Muncul niat jahat Daud dengan upaya ketiga, yakni agar Uria tewas di medan pertempuran. Untuk itu ia menulis surat kepada Yoab agar “mencelakakan Uria”. Uriapun membawa surat yang berisi perintah “hukuman mati” bagi dirinya sendiri. Dosa menutupi dosa sehingga menghilangkan nyawa sudah tidak lagi menjadi masalah.  Tuhan memandang jahat perbuatan ini.

Refleksi:

Pernahkah aku berupaya menutup-nutupi perbuatanku yang berdosa dengan akibat justru membuat dosa yang lebih besar?

Tekad:

Tidak menutup-nutupi dosa yang aku perbuat agar tidak jatuh dalam dosa yang lebih besar.

Tindakan:

Segera meminta pengampunan kepada Tuhan begitu aku merasa telah berbuat dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»