suplemenGKI.com

Mazmur 27:7-14

“MEMOHON DENGAN IMAN YANG BENAR DAN SIKAP YANG TEPAT”

 PENGANTAR

Peralihan suasana yang terasa di antara ayat 1-6 dan 7-14 membuat beberapa penafsir berpendapat bahwa mazmur ini terdiri dari dua mazmur yang digabungkan. Namun, jika kita perhatikan di mazmur ini kita terdapat pola inklusio (pola memeluk), di mana pengakuan iman pemazmur di tempatkan di bagian pembuka (ay.1) dan bagian penutupnya (ay.13). Pola inklusio yang digunakan di sini merupakan gaya sastra khas Yahudi dan menjadi bukti kesatuan mazmur ini.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 9a, 12: Apa yang menjadi seruan permohonan pemazmur?
  2. Ayat 7 dan ayat 10, 13-14: Temukan 2 sikap yang menonjol dalam diri pemazmur saat menaikan permohonan kepada Allah? (sikap hati dan sikap iman)
  3. Selain sikap hati dan sikap iman, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan saat mencari pertolongan Tuhan. Temukan sikap apa itu di ayat 8 dan 11!

 

Dalam pergumulan yang berat, pemazmur memohon pertolongan dari Allah. Dan dari seruan-seruannya, kita mendapati sikap hati yang mau merendah di hadapan Allah, betul-betul menempatkan diri sebagai orang yang memohon belas kasihan dari Allah (ay.7).  Dan ia pun menunjukkan bahwa imannya tidak goyah meski ia belum melihat kebaikan Tuhan atas permohonannya saat itu (ay.13), iman yang percaya bahwa Tuhan akan senantiasa menerimanya bagaimanapun keadaannya, bahkan meski orang-orang terdekat meninggalkannya (ay.10), dan itu semua membuatnya menjadi orang yang bertekun, setia menantikan Tuhan (ay.14).

Selain sikap hati dan sikap iman, ada sebuah hal yang dilakukan pemazmur sebagai pembuktian yang menjembatani konsistensi antara kedua hal tersebut, yaitu dengan terus menjaga hidup mengikuti firman Tuhan (mencari wajah Tuhan=mencari perkenanan Tuhan), dan sedia dituntun sesuai jalan Tuhan, bukan jalannya sendiri. Jadi akan selalu ada korelasi yang tidak terpisahkan antara iman yang benar à terlihat dari cara kita memohon kepada Tuhan à dan terlihat dari sikap kita saat menantikan jawaban Tuhan.

REFLEKSI

Menaikkan permohonan, berseru kepadaNya itu mudah dilakukan. Namun tidak semua orang melakukannya dengan sikap hati dan iman yang tepat. Orang salah kaprah lebih mengimani kehendaknya sendiri daripada kehendak Tuhan, itu sebabnya orang sulit memohon dengan rendah hati, tetapi justru dengan tuntutan kepada Allah. Itu sebabnya orang bisa saja melakukan sesuatu yang jelas keliru jalannya untuk mengatasi persoalannya, dan tetap menyebut diri sudah dan sedang bergumul dengan Tuhan. Tidakkah itu merupakan inkonsistensi iman masa kini?

 

TEKADKU

Tuhan, mampukan saya untuk memohon dengan iman yang tepat kepadaMu, dan dengan sikap hati yang merendah. Biarlah itu semua membuat saya menjadi orang yang tunduk pada firmanMu, percaya akan jalanMu, ketika saya sedang menghadapi jalan buntu. Jangan biarkan saya terhasut oleh kehendak diri sendiri, oleh apa kata dunia. Amin

TINDAKANKU

Mengoreksi diri dan melakukan perubahan atas hal-hal yang saya tahu tidak diperkenan Tuhan, yang selama ini saya gunakan untuk ‘mengamankan’ jalan hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«