suplemenGKI.com

Roma 8:18-30

MENANTI DENGAN PENGHARAPAN

 

Pengantar
Pernahkah kita menonton sebuah film yang berjudul “Surat dari Praha”. Film ini menceritakan bagaimana sepasang kekasih yang saling mencintai harus terpisah jarak dan waktu. Sulastri, demikian nama tokoh perempuan di film tersebut. Dia menanti dengan setia kekasih hati yang sangat dicintainya hingga akhir hayatnya. Sulastri tidak pernah bertemu lagi dengan kekasih hatinya, meski ia terus menanti dan berharap. Hingga ajal dia tidak pernah berjumpa dengan kekasihnya.

Pernahkah kita menantikan sesuatu yang menimbulkan kegelisahan? Atau pernahkah kita menantikan kedatangan seseorang yang menuntut kesabaran ekstra? Menanti merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan.

Pemahaman
Ayat 18 – 25        Apa yang Paulus sampaikan tentang pengharapan? Pengharapan apakah yang dinantikan anak-anak Allah?
Ayat 26 – 30        Bagaimanakah peran Roh dalam kehidupan anak-anak Allah?

Di tengah tekanan berat yang dihadapi oleh jemaat Kristen di kota Roma, Paulus menyampaikan nasihat kepada jemaat agar tetap bertahan dalam penderitaan mereka. Hidup dalam tekanan sangat berat dan tidak mudah. Mereka bukan saja harus berhadapan dengan Yudaisme namun juga harus berhadapan dengan pemerintah yang anti pada kekeristenan.

Paulus dalam suratnya menyampaikan berbagai nasihat dan penguatan. Paulus meminta agar sebagai anak-anak Allah, jemaat Kristen tetap tegar dalam penderitaan dan memiliki pengharapan sebab penderitaan yang mereka alami tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan (ayat 18).

Bagi Paulus pengharapan juga merupakan hal yang sangat penting. Pengharapan bukanlah pengharapan apabila terlihat oleh mata, pengharapan adalah sesuatu yang tidak terlihat yang masih dinantikan (ayat 25). Pengharapan anak-anak Allah bukanlah pengharapan yang kosong, pengharapan anak-anak Allah adalah pengharapan terwujudnya janji-janji Allah. Meski penderitaan silih berganti menerpa jemaat Kristen, namun pengharapan menjadi kekuatan dalam menantikan janji-janji itu terwujud.

Paulus juga mendorong jemaat untuk tetap tekun menaikkan doa-doa mereka kepada Allah. Penderitaan seringkali membuat seseorang melupakan Allah. Bagi Paulus meski jemaat Roma mungkin mengalami kesulitan dalam hal berdoa, Paulus menyampaikan bahwa Roh akan menolong mereka dan memampukan mereka untuk berkata-kata di dalam doa-doa mereka (ayat 26).

Paulus menyampaikan nasihat penting untuk jemaat Kristen di Roma dan di masa kini untuk senantiasa memiliki pengharapan. Berbagai rintangan, penderitaan dan kesusahan memang tidak mudah dihadapi.  Namun Paulus meyakini bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (ayat 28). Oleh sebab itu tetaplah tegar dalam segala hal yang dihadapi dan tetaplah berpengharapan. 

Refleksi
Selama manusia masih hidup di dunia, maka penderitaan akan selalu ada dan dirasakan. Demikian halnya dengan semua orang yang percaya kepada Kristus dan masih hidup di dunia pastilah akan diperhadapkan dan mengalami penderitaan. Penderitaan hanya dapat dihadapi dengan pengharapan. Pengharapan akan kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu menjaga hidup agar terus berpengharapan merupakan hal penting untuk dilakukan.

Tekadku
Ya Allah, ada banyak persoalan, kesulitan, tantangan dan penderitaan dalam hidup kami. Namun biarlah pengharapan kami kepada-Mu tidak pudar. Mampukan kami terus setia menantikan kemuliaan yang akan datang.

Tindakanku
Tidak menyerah pada keadaan dan tetap tekun berdoa serta saling menguatkan dalam berbagai persoalan yang dihadapi baik di tengah keluarga maupun persekutuan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«