suplemenGKI.com

Yunus 1:1-17

JANGAN MEMANDANG MUKA

 

Pengantar

¯Yunus di perut ikan¯

¯Pom…pom…pom…¯

¯Yunus di perut ikan¯

 Kita semua pasti mengingat lagu tersebut. Lagu yang sering dinyanyikan saat mengikuti Sekolah Minggu. Lagu itu menceritakan secara singkat dan sederhana kondisi Yunus yang berupaya lari dari panggilan dan pengutusan dari Allah.

Pemahaman

Ayat 1-3                 Apakah perintah Allah kepada Yunus dan bagaimanakah tanggapan Yunus ?

Ayat 4-16               Apa yang dialami oleh Yunus dalam perjalanannya ke Tarsis ? Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang sekapal dengannya?

Adakah hal positif dari peristiwa tersebut ?

Ayat 17                  Setelah dibuang kelaut, apakah yang terjadi dengan Yunus ?

Yunus bin Amitai adalah seorang Ibrani yang tidak menghendaki musuh bangsanya mendapat bagian dalam anugerah keselamatan. Dia menolak tugas panggilan dan pengutusan dari Allah untuk menyuarakan berita kebenaran kepada Niniwe yang merupakan ibukota Asyur. Bagi Yunus, Asyur adalah musuh yang tidak pantas menerima kebaikan Allah. Asyur lebih pantas dimusnahkan. Sebagai catatan dan pengetahuan bahwa kisah Yunus oleh para ahli ditempatkan pada masa sesudah pembuangan. Apabila cerita ini memang terjadi setelah pembuangan, maka dapat dimengerti bahwa sikap tertutup dan anti Asyur sangat kuat dimiliki oleh setiap orang Ibrani. Sikap Yunus mencerminkan sikap bangsanya.

Yunus melarikan diri dari Allah oleh karena kebencian yang sangat besar terhadap bangsa Asyur. Dia berangkat ke Yafo agar bersegera menuju Tarsis menggunakan kapal. Dalam perjalanan menuju Tarsis terjadi badai yang sangat besar. Semua orang yang berada dikapal itu berteriak kepada allahnya karena sangat ketakutan (ayat 5). Berbeda dengan Yunus yang malah kedapatan tertidur (ayat 6). Yang menarik adalah sikap orang-orang yang berada didalam kapal bersama Yunus, secara umum mereka tidak mengenal Allah Israel, namun ayat 14 dan 16 memperlihatkan bahwa mereka memiliki sikap iman yang benar ketimbang Yunus. Melalui sikap orang-orang yang berada sekapal dengannya, Yunus seolah seperti dipermalukan. Mereka yang dianggap tidak mengenal Allah Israel, namun faktanya mereka memperlihatkan sikap yang gentar dan takut kepada Allah, ketimbang Yunus yang justru mengabaikan Allah. Melalui apa yang terjadi Allah ingin mengingatkan Yunus bahwa Allah memiliki banyak cara untuk menyatakan rencana-NYA. Terlebih dari itu, Allah bisa mengutus siapa saja untuk mengerjakan dan mewujudkan rencana-NYA.

Melalui teks bacaan hari ini umat Tuhan diajak untuk melihat bahwa kebencian dan amarah tidak akan pernah mendatangkan kebaikan malah menjadi penghalang dari rencana Allah. Allah menghendaki umat untuk bersedia menyatakan kasih ALLAH kepada semua orang tanpa memandang latar belakang atau apapun yang sudah dilakukannya. Umat  telah ditebus dan diselamatkan. Umat telah dipilih dan sekaligus juga diutus untuk menyatakan keselamatan itu kepada semua orang.

Refleksi
Allah menghendaki kita untuk menyatakan kasih-Nya tanpa memandang jatidiri maupun latar belakang seseorang. Bagi Allah semua manusia sama. Allah juga menghendaki semua orang bisa merasakan kasih-Nya

Tekadku
Ya Allah, mampukan saya untuk menyatakan kasih-Mu kepada semua orang. Biarlah keselamatan yang Engkau telah anugerahkan bisa saya nyatakan juga kepada orang lain

Tindakanku
Terus memberitakan kabar keselamatan dengan berbagai metode, salah satunya dengan membangun persahabatan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«