suplemenGKI.com

PENGALAMAN IMAN

Yosua 24:14-18

 

PENGANTAR
Setiap pribadi mempunyai pengalaman istimewa dalam hidupnya.  Istimewa karena pengalaman tersebut lebih berkesan dibanding sebelumnya.  Pengalaman yang selalu diingat karena memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan.  Wajar bila pengalaman istimewa tersebut memerlukan respons yang tepat sehingga menjadi berkat bagi kehidupan.  Demikian juga respons yang diharapkan Yosua dari Israel.  

PEMAHAMAN

  • Kebenaran apa yang Yosua jelaskan kepada Israel? (ayat 14)
  • Respons seperti apa yang Yosua harapkan dari Israel? (ayat 15)
  • Apa yang menjadi jawaban Israel kepada Yosua? (ayat 16)
  • Apakah kita memiliki pengalaman iman yang patut disyukuri?  Ceritakanlah!

Pengalaman istimewa umumnya lebih dari pengalaman biasa.  Hadirnya sangat memberi makna dan mengubahkan hidup yang mengalaminya.  Bagi mereka yang mengalami langsung tidak mungkin melupakan begitu saja.  Sebaliknya bagi mereka yang hanya mendengar cerita, pengalaman istimewa tak ubahnya seperti peristiwa biasa yang mudah dilupakan.  Akibatnya, pelajaran berharga dari pengalaman istimewa tersebut tidak menjadi warisan bagi generasi berikutnya.  Keadaan yang sama juga dialami Israel  setelah lama mereka mendiami  tanah perjanjian di bawah pimpinan Yosua.

Yosua perlu menegaskan ulang tentang peristiwa istimewa dalam sejarah Israel sebab ada indikasi Israel kembali terpikat menyembah Allah lain. Yosua menegur para pemimpin Israel, “Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN” (ay.14).  Bahkan menantang mereka untuk menentukan pilihan iman, “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah” (ay.15).  Ketegasan Yosua didasarkan pada kebenaran bahwa pengalaman istimewa masa lalu Israel merupakan pengalaman iman.  Bahkan menjadi identitas sebagai bangsa yang dipimpin dan disertai Tuhan.  Mengingkari pengalaman iman sama juga dengan menganggap bangsa Israel tidak ada.

Bak gayung bersambut demikianlah respons Israel.  Mereka sepakat mengaku, “Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui” (ayat 17).  Senada dengan Yosua, Israel yang diwakili para pemimpin pun menerima kebenaran Allah sebagai pengalaman iman dan identitas bangsa.

REFLEKSI
Bulan ini GKI merayakan 20 tahun penyatuan tiga sinode wilayah GKI yang masing-masing mempunyai sejarah dan budaya yang berbeda.  Apa yang kita hayati selama 20 tahun perjalanan penyatuan GKI?  Adakah penyatuan tersebut juga kita pahami sebagai pengalaman iman? 

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk setiap musim di hidupku, termasuk pengalaman iman menggereja bersama GKI.  Ajar kami untuk selalu menempatkan setiap peristiwa sebagai pengalaman iman yang meneguhkan semangat dan pengharapan kami.

TINDAKANKU
Hari ini saya akan menjalani setiap peristiwa, baik pribadi maupun bergereja, dengan hati yang berani, semangat dan sukacita.  Sebab aku tahu, setiap peristiwa merupakan pengalaman iman yang Tuhan pakai untuk meneguhkan imanku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«