suplemenGKI.com

Mazmur 25:1-9

Kebaikan Dan Kebenaran Tuhan 

                Dalam Mazmur ini kita melihat adanya rasa percaya dari pemazmur yang begitu besar terhadap pemeliharaan Tuhan. Di dalam Tuhan terdapat perlindungan dan hanya dalam Tuhan sajalah jiwanya akan aman.

  1. Apa yang diharapkan Pemazmur  kepada Tuhan?
  2. Bagaimanakah Pemazmur menggambarkan tentang Tuhan?
  3. Apa yang diakui Pemazmur di hadapan Tuhan?
  4. Apa yang dapat kita pelajari dari bagian ini? 

Renungan:

                Dalam rasa percayanya yang besar akan pemeliharaan Tuhan terhadap orang benar, pemazmur juga menyadari bahwa untuk menjadi orang yang benar ia membutuhkan Tuhan. Di sini terlihat bahwa untuk dapat berjalan dalam kebenaran, pemazmur mengharapkan petunjuk dari Tuhan atau tuntunan dan penyertaan Tuhan. Kerinduan pemazmur untuk boleh masuk dalam kelompok orang benar yang mendapat perlindungan langsung dari Tuhannya.

                Pemazmur menggambarkan Tuhan sebagai Tuhan yang senantiasa memberikan perlindungan bagi anakNya, terutama perlindungan terhadap serangan musuh-musuhnya. Tuhan senantiasa membawa pemazmur pada jalan yang benar, Tuhan juga berkelimpahan kasih dan setiaNya .

                Pemazmur menyadari bahwa segala dosa-dosanya bahkan dosa pada masa mudanya diakui dan dimintakan pengampunan dari padaNya, karena Tuhan baik dan penuh kasih dan setiaNya. Tuhan itu bukan hanya adil dan benar namun juga Tuhan yang senantiasa mau mengerti kebutuhan manusia. Tuhan mau menunjukkan jalan bagi mereka yang sesat, mengajarkan jalan-jalanNya dan menuntun orang dalam kebenaranNya.

                Pemazmur ingin mengajarkan kepada kita beberapa hal: Pertama, kebaikan dan kebenaran Tuhan senantiasa dinyatakan kepada manusia, dan manusia diharapkan memberikan respon yang positif terhadap kebaikan Tuhan tersebut. Kedua, ketika manusia menyadari akan kebaikan dan kebenaran Tuhan maka sesungguhnya manusia juga menyadari keberadaannya di hadapan Tuhan sebagai orang yang berdosa, maka manusia diharapkan senantiasa memohon belas kasihan dan pengampunan dari Tuhan. Ketiga, karena hanya Tuhan yang sanggup mengampuni dosa-dosa manusia, maka hanya kepada Tuhanlah manusia menggantungkan dirinya bukan kepada yang lain. Keempat, kebergantungan kepada Tuhan yang besar, membuat manusia harus berpegang kepada janji-janji Tuhan untuk dapat hidup sesuai dengan rencanaNya.

                Bagaimana dengan kehidupan kerohanian kita sebagai orang yang senantiasa mempercayai kebaikan dan kebenaran Tuhan? Apakah kita senantiasa berjalan pada jalan yang dikehendakiNya? Apakah kita senantiasa menjadi orang yang bersandar pada Tuhan yang baik dan benar? Apa yang dapat kita lakukan supaya kita berpegang kepada kebenaran FirmanNya, sehingga kita dapat hidup pada rencanaNya?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*