suplemenGKI.com

Selasa, 20 Mei 2014.

19/05/2014

Kisah Para Rasul 17:22-29.

 

Beribadah, Tetapi Tidak Tahu Kepada Siapa Beribadah!

 

Pengantar:
Suatu hari seorang sopir taksi diajak makan oleh seorang bapak di sebuah restoran. Tetapi sampai selesai makan, sopir taksi ini tidak bertanya, siapa nama yang mengajaknya makan di restoran mewah dan mahal itu. Sepulang di rumah ia ditanya oleh istrinya “Siapa bapak yang baik sekali mengajak kamu makan di restoran mahal itu” Sopir taksi itu berkata ”saya tidak kenal siapa orang itu” Spontan istrinya berkata “hati-hati lho, jangan-jangan orang itu punya niat jahat” Ke duanya terdiam sejenak. Kemudian Istrinya kembali berkata “tapi mungkin memang dia adalah orang baik, lha kamu sendiri tidak tahu siapa dia, bagaimana kamu bisa berterimakasih padanya?” Ketika kita tidak mengenal kepada siapa kita beribadah, maka yang ada adalah pertama, kecurigaan dan kedua, tidak bisa bersyukur dengan benar.   

Pemahaman:

  1. Apa yang disampaikan Paulus ketika berdiri di Aeropagus di hadapan orang-2 Athena?
  2. Apa maksud Paulus dengan pemaparannya di ayat, 26-29?

Seseorang yang hatinya telah dijamah Tuhan, tantangan apapun tidak akan sanggup menghalanginya untuk bersaksi tentang Kristus. Itulah yang dilakukan Paulus di Aeropagus demi memperkenalkan Allah yang benar kepada orang-2 di Athena. Apa yang Paulus lakukan Yaitu menyampaikan suatu pengajaran tentang hakekad beribadah yg adalah: menyembah Allah yang dikenal. Paulus dengan gamblang menjelaskan bahwa sebaik apapun tempat beribadah, seindah apapun kemasan beribadah namun ketika objek ibadah itu tidak dikenal maka tidak ada gunanya. Tidak akan membawa pada perjumpaan dengan Tuhan dan tidak akan membawa pada pengungkapan syukur atas keagungan Tuhan. Allah yang benar adalah: Pencipta segala sesuatu, yang menguasai segala sesuatu, penyedia segala sesuatu termasuk kehidupan dan penyelamat manusia dari dosa. Dia tidak membutuhkan andil manusia untuk menyediakan tempat kediaman-Nya (v. 25) Itulah Allah yg harus dikenal dan disembah.

Ayat. 26-29 Paulus menjelaskan bahwa Allah yang benar adalah pengatur segala masa, yang senantiasa dekat dengan umat-Nya. Dialah yang memberi hidup, memampukan manusia untuk berkreasi. Semua itu harus membuat manusia menyembah Dia sebagai ungkapan syukur kepada-Nya melalui ibadah. 

Refleksi:
Coba kita hening sejenak, lalu bertanya: Sudah berapa lama kita menjadi orang Kristen, tetapi sudahkah kita mengenal siapa yang kita sembah? Pengenalan kita akan Tuhan, sangat menentukan keyakinan kita dalam ibadah dan nilai ibadah kita. Apakah nilainya bersyukur atau menuntut Tuhan!

Tekad:
Tuhan Yesus, pengenalan saya kepada-Mu memang mungkin belum sempurna, untuk itu tolonglah agar saya bisa mengenal-Mu lebih baik lagi agar ibadah saya menjadi bermakna sebagai ungkapan syukur atas kebaikan-Mu.

Tindakan:
Saya ingin agar ibadah dan penyembahan saya bernilai di hadapan Tuhan, untuk itu saya harus belajar mengenal Tuhan dengan lebih baik lagi lewat kebenaran firman Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»