suplemenGKI.com

Mazmur 31:10-19

JIKA MEMANG HARUS MENDERITA

PENGANTAR
Semua orang ingin hidup bahagia dan tidak berharap akan berjumpa dengan penderitaan. Namun, seperti kita tahu, penderitaan tidak selalu dapat kita hindari. Bahkan, penderitaan sering kali harus kita jalani sebagai konsekuensi dari sikap hidup yang kita pilih sendiri. Misalnya, ketika memilih hidup benar dan tidak bersedia berkompromi dengan kejahatan, kita harus berhadapan dengan orang-orang yang tidak sejalan dengan sikap dan pemikiran kita. Mereka yang merasa ditentang atau dirugikan akan memusuhi kita dan membuat hidup kita menderita. Jika demikian, apa yang harus kita lakukan?

PEMAHAMAN
Dari susunan dan isinya dapat kita lihat dengan cukup jelas bahwa Mazmur ini digubah sebagai sebuah doa.  Di bagian awal mazmur ini kita dapat menemukan beberapa ciri khas sebuah doa: kepada siapa doa ini dialamatkan, yaitu kepada Tuhan(ay.2-3), pengakuan iman (ay.4-7), dan puji-pujian (ay.8-9).  Jika ayat 2-9 merupakan bagian pendahuluan dari doa pemazmur, maka bacaan kita hari ini (ay.10-19) merupakan bagian yang mengungkapkan pokok pergumulannya.

  • Dalam hal apa sajakah pemazmur ini mengalami penderitaan? (ay.10-12)  Menurut Anda, penderitaanya ini dihadapinya dalam waktu yang singkat atau panjang?  Apa akibat dari penderitaannya ini? (ay.11). Perasaan apa yang diungkapkan pemazmur di ay.13?
  • Di samping penderitaan yang telah dijalaninya, pemazmur juga masih berhadapan dengan sebuah ancaman.  Ancaman apakah itu? (ay.14) Dengan cara apakah pemazmur menghadapi semua itu? (ay.15-16)
  • Pemazmur juga minta agar “wajah Tuhan bercahaya atas hamba-Nya” (ay.17a) . Menurut Anda, apa artinya? (bandingkan dengan Bil 6:25)

Pemazmur mengalami penderitaan dalam berbagai hal.  Secara fisik: tulang, tubuh, dan matanya menjadi lemah dan tidak dapat berfungsi dengan baik.  Secara mental: hatinya sakit dan jiwanya merana.  Secara sosial: menjadi bahan ejekan dan celaan oleh orang-orang di sekitarnya.  Pemazmur juga mengalami krisis dengan jati dirinya karena penderitaan yang dialaminya telah membuatnya merasa diri tidak berharga.  Dan, siapakah yang tidak merasa cemas apabila di tengah penderitaan seperti itu masih ada saja orang-orang yang ingin mencelakakan dirinya dan mencabut nyawanya?

Dalam keadaan seperti itu, tidak ada pertolongan yang bisa diharapkan dari manusia, namun masih ada pengharapan dari Tuhan.  Iman pemazmur, selain diungkapkan dengan kata-kata, juga diungkapkan dengan penyerahan diri.  Pemazmur bahkan memohon agar Tuhan menyinarinya dengan wajah-Nya.  Pemazmur percaya bahwa penderitaan yang paling gelap sekalipun tidak akan dapat menghalangi kasih karunia dan berkat-berkat Tuhan di dalam hidupnya.

REFLEKSI
Pertolongan dari manusia tidak selalu tersedia, tetapi pertolongan dari Tuhan selalu ada.

TEKADKU
Ya Tuhan, dengan kasih-Mu dan kuasa-Mu, aku akan kuat dan tabah menghadapi penderitaanku.

TINDAKANKU
Dalam seminggu ini aku akan berdoa bagi orang-orang yang harus menderita karena memilih untuk hidup dalam kebenaran.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«