suplemenGKI.com

KEMULIAAN KRISTUS DALAM PENDERITAANNYA

Yohanes 12: 20-24, 27-28

 Yesus sedang ada di Yerusalem untuk merayakan Paskah dan dalam perayaan tersebut, banyak orang datang dari berbagai daerah, termasuk beberapa orang Yunani yang disebut di ayat 20.  Orang-orang ini ingin bertemu dengan Yesus, dan Yesus menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan siapa diriNya dan misi yang akan digenapiNya.

1.      Ay. 24, hub. dgn ay. 27: Tentang apa dan siapa yang sebenarnya sedang Yesus bicarakan dengan perumpamaan biji gandum?

2.      Bacalah ayat-ayat sebelumnya, yaitu ayat 12-18 untuk mengetahui mengapa orang banyak berbondong-bondong menyongsong Yesus? Dengan membaca latar belakang situasinya, bisakah Anda memahami sekarang mengapa Yesus menjelaskan tentang ‘biji gandum’ kepada mereka?

3.      Yesus berkata, “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.” Bila kemudian pernyataan itu diikuti dengan penjelasan mengenai ‘biji gandum’ dan apa yang disaksikan di ayat 27-28, maka kini buatlah kesimpulan: apakah arti “kemuliaan” bagi diri Yesus? Bagaimana cara Yesus mendapatkan kemuliaan tersebut?

4.      Renungkan: apa yang harus diubah dalam diri Anda setelah mendengar penjelasan Yesus mengenai jalan yang harus ditempuhNya untuk melakukan misi BapaNya? 

Renungan

Kita memang tidak dapat mengetahui satu demi satu alasan orang-orang berbondong-bondong mencari Dia, tetapi dari ayat 18 disebutkan salah satunya karena mujizatNya. Mungkin orang ingin mendapat mujizat atau kagum semata pada Yesus. Dan bila di ayat 19 dikatakan ada orang Farisi diantaranya, mungkin ia ada untuk menangkap Yesus atau menghalangi orang banyak tidak percaya kepadaNya. Hari ini kita tidak akan membahas beragam motif orang mencari Yesus, tetapi mengajak kita meneladani Yesus.  Ia memang punya kuasa menyembuhkan, membangkitkan, mengajar, tetapi Ia melakukannya bukan untuk dikagumi, mendapat sorak-sorai atau banyak pengikut semata. Tujuan akhirnya adalah agar orang percaya bahwa Ia adalah Utusan Bapa yang akan menyelamatkan hidup mereka. Sehingga Yesus tidak ingin orang hanya berhenti sampai pada kebutuhan akan mujizat, atau pengajaranNya. Ataupun kelak jika ada yang ingin menangkap dan membunuhNya dari antara orang banyak itu, Yesus siap menanggung kematianNya sebagai bukti ketaatanNya pada BapaNya. Sama sekali Yesus tidak mengambil keuntungan dari semua pujian kepadaNya sebab kemuliaan bagi Yesus adalah ketika Ia berhasil merampungkan kehendak BapaNya, sehingga harus mati, Ia tidak lari dari jalan hidup yang demikian. Yang terpenting adalah rencana BapaNya tergenapi dalam hidupNya. Perenungan untuk kita adalah: Jika Yesus tidak terbuai dengan pujian dan sanjungan orang banyak yang hanya mengagumiNya tetapi tidak mau percaya kepada Bapa dan misiNya, tetap setiakah Anda bila tidak ada pujian dan penghargaan orang lain dalam pengabdian Anda kepada Allah? Jika Yesus datang untuk menderita bagi Anda, tidakkah Anda mau bersabar menanggung derita Anda dalam rencanaNya dan tidak hanya mencariNya untuk segera melepaskan Anda dari penderitaan Anda?

Yesus memberikan kematianNya supaya Anda menikmati hidup, karena itu nikmat atau tidaknya hidup Anda, bergantung pada ada atau tidaknya Yesus dalam diri Anda.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«