suplemenGKI.com

Yunus 3:6-10.

 

Allah Telah Merancang Keselamatan Bagi Niniwe

 

Pengantar:
Sebuah kesadaran akan keberdosaan dan kejahatan yang berujung pada kebinasaan kekal sungguh sangat penting bagi seseorang atau kelompok orang. Berangkat dari kesadaran itu akan mengantarkannya untuk mengambil suatu keputusan radikal. Keputusan radikal dari kehidupan yang melawan, menolak, menjauh dan membelakangi Tuhan menjadi hidup yang menyesal, merendahkan diri dan menyerahkan diri pekada Tuhan. Bacaan kita hari ini menyorot tenatng kesadaran Bangsa Niniwe akan keberdosaan dan kejahatannya kemudian mengambil tindakan radikal untuk datang kepada Tuhan.

 

Pemahaman:

  1. Apa yang diperagakan oleh petinggi Niniwe, sehingga mampu menggerakkan seluruh unsur untuk bertobat dan datang kepada Tuhan?
  2. Bagaimana gerakan pertobatan terjadi di Niniwe?
  3. Apa makna pernyataan “Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik….” di ayat 9?
  4. Apa pula makna dari pernyataan di ayat 10!

 

Ketika Yunus menyerukan pertobatan dengan kalimat ancaman yang menakutkan “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” (Lih. 3:4) maka orang-orang Niniwe menjadi percaya kepada Allah. Berita itu sampai kepada raja Niniwe. Kemudian raja turun dari singgasana, sebuah peragaan yang menyatakan merendahkan diri. Maka dikeluarkanlah suatu perintah seperti di ayat. 7-8. Inilah gerakan pertobatan masal yang melibatkan semua unsur di Niniwe mulai dari manusia sampai kepada hewan piaraan. Sungguh sangat menakjubkan.

Pernyataan di ayat. 9 Pertobatan yg sesungguhnya adalah diwujudkan dengan merendahkan diri, mengharapkan belaskasihan Tuhan disertai penyerahan yang tanpa syarat kepada Tuhan. Dengan kata lain, tidak ada unsur merasa pantas, merasa layak untuk diselamatkan karena mengingat kejahatan dan dosa-dosa yang memuakkan Tuhan.

Allah mengampuni Niniwe dan menyesali malapetaka yang dirancang-Nya kepada Niniwe. Seolah Allah terpengaruh oleh gerakan pertobatan Niniwe, namun jika dicermati, makna pernyataan tersebut adalah merupakan wujud belaskasihan Allah kepada Niniwe yang besar dan Allah memang telah merancangkan keselamatan bagi Niniwe. Jadi Allah tidak berubah dari rancangan semula bagi Niniwe ketika melihat Niniwe bertobat (Lih. 1:4, 17, 4:10-11) Semuanya dalam kerangka rencana keselamatan Allah kepada Niniwe.

 

Refleksi:
Mungkin kita merasa diri tidak layak, tidak pantas diselamatkan Tuhan, namun jika Tuhan sudah merancangkan keselamatan bagi kita, maka Ia pasti akan melakukannya bagi kita.

 

Tekad:
Terimakasih Tuhan, atas rancanganMu untuk keselamatanku, dan kini aku yakin sudah berada dalam keselamatanMu.

 

Tindakan:
Karena aku telah yakin berada dalam keselamatan Tuhan Yesus Kristus, maka aku mau menjadi alat berita keselamatan Tuhan bagi sesama yang belum percaya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«