suplemenGKI.com

ANAK-ANAK ALLAH YANG HIDUP DALAM KEBENARAN

1 Yohanes 3:1-10

 

Pengantar
Seorang anak pasti mengenal orang tuanya dengan baik. Apalagi ketika anak diberi porsi pertumbuhan yang baik oleh orang tua dan lingkungannya. Anak ini pasti akan hidup dalam nilai-nilai kebenaran yang diajarkan oleh orang tuanya. Begitu juga dengan kehidupan kita bersama dengan Allah. Kita adalah anak-anak Allah dan Allah adalah Sang Bapa.

Pemahaman

  • Ayat 1-3               : Bagaimana cara hidup sebagai anak-anak Allah?
  • Ayat 4-6               : Bagaimana cara anak-anak Allah memandang perbuatan dosa?
  • Ayat 7-10             : Bagaimana cara membedakan hidup dalam Allah dan hidup dalam dosa?

Surat Yohanes yang pertama sangat dipenuhi pesan yang khas. Yohanes ingin membuka pesan tersebut dengan menunjukkan bahwa setiap orang yang ada di dalam Allah pasti hidupnya menjadi kesaksian. Yohanes mempertajam pemahaman kita dengan menyampaikan bahwa Allah adalah terang dan di luar Allah serta kehendak-Nya berarti masuk dalam kegelapan. Surat Yohanes juga memberi penekanan berikutnya, yaitu orang-orang yang hidup dalam terang Allah akan hidup dengan penuh kasih. Kedua pesan ini yang akan memberi pengantar kepada kita agar dapat memahami maksud dari istilah anak-anak Allah yang disampaikan dalam surat Yohanes ini.

Pada pasal ketiga yang menjadi fokus dalam pembacaan ini, Yohanes memberi penekanan bahwa ada hubungan yang erat antara pembaca dengan Allah. Hubungan itu adalah hubungan yang begitu dekat, sehingga para pembaca surat ini, termasuk kita, memanggil-Nya Bapa dan kita adalah anak-anak-Nya. Yohanes memberi penjelasan bahwa anak-anak Allah tidak akan dikenal oleh dunia sebab dunia adalah lingkungan yang tidak mengenal Allah. Anak-anak Allah juga akan meyakini bahwa ketika Kristus menyatakan diri-Nya, maka anak-anak Allah akan sama seperti Dia. Untuk itulah, Yohanes juga mengajak anak-anak Allah untuk menyucikan diri yang berarti tidak lagi terjebak dalam lingkaran dosa sebab Dia sudah menghapus dosa dan di dalam Dia tidak ada lagi dosa. Yohanes memberi pembanding yang cukup jelas antara anak-anak Allah yang sudah hidup di dalam kebenaran dengan mereka yang masih ada di dalam dosa. Mereka yang ada dalam dosa dianggap masih hidup bagi dunia dan bukan bagi kemuliaan Allah, melanggar hukum Allah, dan hidup di dalam kesesatan.

Pada bagian berikutnya, Yohanes lebih terang-terangan dengan menyebut mereka yang masih hidup di dalam dosa sebagai anak-anak iblis. Istilah anak-anak iblis disematkan kepada mereka yang masih hidup di dalam dosa dan tidak berbuat kebenaran. Pada bagian ini, Yohanes menjelaskan kehadiran Anak Allah, yaitu Yesus Kristus sebagai sosok yang membinasakan perbuatan-perbuatan iblis tersebut. 

Refleksi
Yohanes sudah membuat batas yang sangat jelas dan tanpa kompromi mengenai hidup sebagai anak-anak Allah atau hidup sebagai anak-anak iblis, yang menyukai kehidupan dalam dosa. Sayangnya, dalam kehidupan kita setiap hari hampir selalu ada upaya kita untuk bernegosiasi dengan Tuhan tentang perbuatan-perbuatan dosa yang sering kita lakukan. Kita masih menikmati hidup sebagai anak-anak dunia dan belum menghayati sepenuhnya hidup sebagai anak-anak Allah. Untuk dapat hidup sebagai anak-anak Allah, kita perlu meninggalkan tindakan-tindakan kita yang tak berkenan kepada-Nya. Kita perlu meninggalkan dosa sebab dosa sering membawa kita semakin tersesat dan tidak mampu menemukan hidup kita dalam Allah, padahal kita semua diberi karunia untuk hidup sebagai anak-anak Allah sebab Dia telah menebus kita dari hukuman dosa.

Tekadku
Tuhan, ampuni kami jika kami tidak tegas pada kehidupan kami sebagai anak-anak Allah. Kami ingin meninggalkan setiap perbuatan dosa dan mengimani hidup sebagai anak-anak Allah yang telah Engkau selamatkan. Tolonglah kami, ya Tuhan. 

Tindakanku
Mulai hari ini, saya akan bertindak tegas dan mendoakan diri saya dengan menyatakan, “saya adalah anak Allah yang hidup dalam kebenaran”.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«