suplemenGKI.com

Bacaan : Yesaya 58 : 9 – 14

MENGHORMAI HARI SABAT

PENGANTAR
Bagi orang Yahudi, merayakan hari sabat dianggap seperti sesuatu yang Kudus bagi Tuhan, seorangpun tidak boleh bekerja pada hari itu ( Imamat 19:3 ; 23:3 ; Kel. 34:21 ), bahkan yang melanggar perintah itu harus dihukum mati ( Bil. 15:32 ; Kel. 31:14-15 ), sedangkan dari segi sosial bahwa semua orang, bahkan hewan dapat melepaskan lelah pada hari itu ( Ul. 5:12-15, Kel. 23:12 ). Dapat dilihat pula bahwa hari sabat sebagai hari ketujuh, dimana Tuhan berhenti dari pekerjaan penciptaan atau sebagai tanda perjanjian abadi bahwa Israel adalah kudus bagi Tuhan ( Kel. 31:12-17). Bagaimana dengan orang Kristen? Renungan ini akan menjawab pertanyaan anda !

PEMAHAMAN
1.   Peringatan apa saja yang disampaikan oleh nabi yesaya kepada umat
       Israel? (ayat 13). Apa maksudnya?
2.   Apakah janji Tuhan kepada umatNya jika mereka mengindahkan Hukum
       Sabat? (ayat 14)
3.   Bagaimana dengan orang Kristen yang beribadah pada hari Minggu?

Umat Tuhan diajar untuk mengkhususkan hari Sabat bagi Tuhan, mengosongkannya dari segala kesibukkan agar hari itu benar-benar hari kudus, “hari kenikmatan”, “hari yang mulia”. Namun kelompok Elit di Yerusalem tetap menjalankan urusan dan acara pada hari Sabat, seolah-olah hanya pekerjaan tangan saja yang dilarang. Untuk maksud itulah maka sang nabi memperingatkan dengan keras, “apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu”. Kalimat ini menyatakan bahwa umat Israel tidak lagi menghormati hari Sabat, padahal jika mereka menghormati hari Sabat maka mereka akan menerima berkat Tuhan yang digambarkan dengan Kegembiraan, Kemenangan, bahkan Pemeliharaan yang luar biasa dari Tuhan. Itulah janji Tuhan yang luar biasa.

Jika orang Israel (dulu) beribadah kepada Tuhan pada hari Sabat maka orang-orang Kristen (Jaman sekarang) beribadah pada hari Minggu (hari Pertama). Hal itu hendak menunjukkan bahwa orang-orang Kristen bebas dari segala peraturan yang mengikat orang Yahudi, dan hari yang hendak dirayakan dengan penuh sukacita  adalah Hari Kebangkitan Kristen. Meskipun kita tidak mengenal larangan bekerja pada hari Minggu, namun kita harus menghormati hari Minggu sebagai hari untuk berbakti kepada Tuhan bersama-sama dengan keluarga kita sehingga kita bisa belajar bahwa kesukaan yang terbesar ialah persekutuan dengan Tuhan yang mendorong kita mengasihi sesama.

REFLEKSI
Renungkanlah! Apakah saudara menghorati hari Minggu sebagia hari beribadah kepada Tuhan bersama dengan keluarga saudara? Apakah saudara masih bekerja pada hari Minggu?

TEKADKU
“Ya Tuhan hari Minggu adalah kesempatan emas untuk beribadah kepada Tuhan! Saya tidak akan menyia-nyiakannya! Saya harus beribadah kepada Tuhan.

TINDAKANKU
Mulai saat ini, saya akan mengajak keluargaku setia beribadah pada hari Minggu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«