suplemenGKI.com

HANYA TUHAN HARAPAN KITA

Mazmur 146 

 

Pengantar
Dalam situasi hidup yang sulit, seseorang dapat bahkan cenderung memikirkan untuk mendapatkan pertolongan yang cepat dan terlihat langsung. Hal ini membuat seseorang tak dapat mempercayakan hidupnya secara penuh kepada TUHAN, baik dalam wujud pemeliharaan melalui berbagai berkat-NYA maupun dalam menanti waktu jawaban (baca: pemberian) TUHAN. Dalam Mazmur 146 yang kita baca pada hari ini, kita akan belajar untuk melihat sesuatu secara lebih mendalam dan benar. Bahwa hanya sesungguhnya hanya TUHAN yang mampu memberi keselamatan dan kebahagiaan sejati.

Pemahaman

Ayat 1 – 4            :  Siapakah yang menjadi sumber keselamatan yang sejati, dan layak untuk dipuji dan dimuliakan?

Ayat 5 – 10          :  Mengapa umat TUHAN disebut berbahagia?

Pemazmur menyatakan puji-pujian dan bermazmur bagi TUHAN selama hidupnya, karena TUHAN adalah sumber keselamatan yang sejati, dan dengan demikian ia memperingatkan agar umat TUHAN jangan mempercayakan diri mereka kepada manusia lainnya, sekalipun orang tersebut adalah seorang tokoh atau bangsawan yang memiliki kehormatan, harta dan kekuasaan, yang mana nyawanya pun akan melayang dan kembali ke tanah.

Dan bahwa umat TUHAN akan mengalami kebahagiaan jika menaruh harapan hanya kepada TUHAN sebagai sumber pertolongan, karena kebenaran mutlak sebagai berikut:

  • TUHAN yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,
  • TUHAN yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar.
  • TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,
    TUHAN membuka mata orang-orang buta,
    TUHAN menegakkan orang yang tertunduk,
    TUHAN mengasihi orang-orang benar.
  • TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-NYA kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-NYA.
  • TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya.

Maka hanya ada satu hal yang selalu perlu (baca: mutlak) kita wujudkan, yaitu memuliakan dan memuji TUHAN selama kita hidup. Haleluya. 

Refleksi
Dalam keheningan hati marilah kita mengambil waktu untuk merenungkan:

  • Apakah kita telah memuliakan dan memuji TUHAN setiap waktu?
    Ataukah kita lebih sering memperhatikan dan memuji para tokoh publik yang populer.
  • Apakah kita telah mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada TUHAN sebagai sumber pertolongan dan keselamatan yang sejati? 

Tekadku
TUHAN, jadikan aku pribadi yang dapat terus mempercayakan hidup dengan hanya berharap kepada TUHAN saja. 

Tindakanku
Dalam segala situasi kehidupan, saya akan berupaya untuk memuliakan dan memuji TUHAN baik dalam perkataan maupun perbuatan sebagai wujud syukur dan bakti saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«