suplemenGKI.com

Selasa, 2 Juni 2020

01/06/2020

KEDALAMAN RELASI

Roma 8:26-30

 

PENGANTAR
Komunikasi menjadi dasar terbentuknya relasi.  Tanpa komunikasi tidak ada kesempatan untuk saling mengenal dan memahami. Apakah setiap komunikasi berujung pada relasi?  Tidak.  Bergantung dari kedalaman komunikasi yang terjadi.  Komunikasi yang baik mewujudkan sikap saling memahami satu dengan lainnya.  Bahkan kesulitan salah satu pihak, sebisa mungkin akan menjadi kepedulian pihak lain untuk membantu;  itulah relasi.  Pertanyaannya, bagaimana relasi manusia dengan Allah, apakah kedalaman relasi juga berujung pada sikap yang sama?  Mari kita baca dan renungkan bacaan hari ini!

PEMAHAMAN

  • Bagaimana kondisi kita digambarkan pada bagian ini? (ayat 26, 28)
  • Apa yang Allah lakukan dalam kondisi manusia yang seperti itu? (ayat 26-28)
  • Bagaimana respons kita terhadap sikap Allah yang demikian?

Surat Roma yang ditulis Paulus ditujukan bagi mereka yang baru mengenal Kristus dan juga kepada mereka yang sama sekali belum percaya.  Konteks ini penting mengingat ada begitu banyak kepercayaan di Roma yang dipengaruhi mitologi Yunani tentang para dewa.  Di sisi lain, tulisan Paulus menegaskan adanya pergumulan umum yang dialami manusia (ayat 18).  Pergumulan yang bisa membawa siapapun untuk mencari pertolongan kepada para dewa, tetapi bisa berujung pada sikap tidak lagi percaya kepada para dewa itu dan kemudian menyerah kalah pada keadaan.  Pada isu inilah, Paulus menarik garis tegas dengan cara memberitakan pengharapan orang percaya kepada Dia yang telah memerdekakan dan memberikan kepastian harapan di dalam keselamatan (ayat 21, 24).

Bukan hanya itu saja, pada masa penantian akan kelepasan yang sesungguhnya, Paulus mengajarkan pentingnya ketekunan (ayat 25) orang percaya di dalam pengharapan akan Allah.  Bukan sikap menyerah kalah tapi sikap tekun berpengharapan sebab Allah tidak membiarkan orang-orang percaya bergumul sendiri.  Bagaimana caranya?  Roh Allah sebagai anugerah keselamatan di dalam diri kita “membantu kita dalam kelemahan kita” dengan cara “Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah”.  Artinya, Allah di dalam kebesaran kasih dan kuasa-Nya berkenan “menyelidiki” (ayat 27) atau “memeriksa dengan rajin” (arti harafiah) untuk “mengetahui maksud Roh”.  Dengan kata lain, frasa “Roh sendiri…berdoa kepada Allah” hendak menegaskan kebenaran bahwa Roh Allah yang diam di dalam hidup orang percaya memahami sepenuhnya keluhan-keluhan yang tidak terkatakan itu.  Bahkan “turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (ayat 28).  Pada bagian ini Paulus mengajarkan sikap beriman yang aktif.  Jika kita mengasihi Allah, maka tunjukkanlah sikap imanmu dengan cara melibatkan Allah yang sejak awal juga peduli kepada hidup manusia.

Hal inilah yang dimaksud dengan kedalaman relasi yang dibangun dari komunikasi Allah dan orang percaya.  Bukan memanfaatkan relasi demi kepentingan pribadi;  sebaliknya membangun kasih di dalam relasi yang terus menerus.  Orang percaya membangun komunikasi dengan Allah sebagai wujud kasih dan pengharapannya kepada-Nya.  Sementara Allah menyatakan kasih sebagai wujud karya keselamatan dan pemeliharaan-Nya kepada orang-orang yang mengasihi Dia.  Mari kita membangun kedalaman relasi sebagai wujud iman dan pengharapan kita kepada Allah.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Beriman bukan sekadar percaya tetapi juga aktif menyatakan kasih dan komunikasi yang intens (terus menerus, tekun) kepada Allah sumber segala pengharapan.

TEKADKU
Terimakasih ya Tuhan, Engkau sudah mengingatkanku melalui kebenaran firman-Mu.  Aku bertekad untuk terus membangun kedalaman relasi sebagai wujud iman dan pengharapanku kepada-Mu.  

TINDAKANKU
Aku mau menjaga doa dan waktu teduhku serta terus belajar menyatakan kasih secara nyata kepada sesama.  Sebab hanya dengan cara demikianlah, kedalaman relasi dengan Tuhan tetap terjaga. Amin

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»