suplemenGKI.com

Selasa, 2 Juni 2015

01/06/2015

Belajar Dari Kesalahan Bangsa Israel

1 Samuel 8:8-20

Pengantar

Mengingini milik orang lain adalah sebuah dosa pelanggaran Hukum Allah (Keluaran 20:17). Para tua-tua Israel saat menemui Samuel jelas-jelas mengatakan, bahwa mereka mengingini seorang raja seperti yang dimiliki oleh bangsa-bangsa lain (1 Samuel 8:5). Terhadap “pemberontakan” ini Allah telah mengingatkan Bangsa Israel melalui firmanNya kepada Samuel tentang segala konsekuensi atas pilihan mereka agar dipimpin oleh seorang raja manusia. Alih-alih memperhatikan dan menerima nasihat Tuhan melalui Samuel, bangsa Israel menolak dan kukuh pada keinginannya (1 Samuel 8:19). Apakah Tuhan mengabulkan permintaan mereka? Apa yang terjadi kemudian?

Pemahaman

1 Samuel 8:8      Ayat ini  menggambarkan kembali ketidak setiaan Bangsa Israel terhadap TUHAN Allah mereka sejak Ia menuntun mereka keluar dari perbudakan.

1 Samuel 8:9      Permintaan yang “salah” bisa dikabulkan Tuhan namun membawa konsekuensi jangka panjang yang harus dipikul oleh pemintanya yang tegar tengkuk. Sekalipun demikian Tuhan masih memberi peringatan kepada Bangsa Israel melalui Samuel tentang konsekuensi permintaan mereka akan seorang raja.

1 Samuel 8:11-18  Samuel memaparkan semua konsekuensi bagi Bangsa Israel jika memiliki seorang raja.

1 Samuel 8:19-20  Dicatat bahwa Bangsa Israel menolak peringatan Tuhan dan tetap kukuh dengan permintaan mereka akan seorang raja.

 

Permintaan yang sebenarnya bertentangan dengan kehendak dan ketetapan Tuhan ketika terus menerus disampaikan bisa saja dikabulkan oleh Tuhan. Dalam Ayat 22 tercatat TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka.”Melalui kesaksian dalam Alkitab kita tahu apa yang terjadi kemudian dalam sejarah Bangsa Israel. Maksud Tuhan menjadikan mereka bangsa yang lain daripada yang lain menjadi terhalang karena keinginan Bangsa Israel sendiri. Bahkan pada puncaknya, Bangsa Israel menyalibkan Raja di atas Segala Raja karena mereka tidak mau menerima kasih anugerah yang Tuhan sudah siapkan. Gagasan Tuhan dinilai bertentangan dengan kehendak mereka sendiri.

Refleksi :

Apakah aku masih sering menaikan doa permohonan untuk sekedar memenuhi kepentingan diri pribadiku yang muncul karena  aku sebenarnya mengingini milik orang lain?

Tekad:

Menjadikan kesalahan Bangsa Israel sebagai sebuah pelajaran yang berharga agar aku tidak jatuh dalam dosa yang sama dan harus menanggung konsekuensi jangka panjangnya.

Tindakan

Menguji apakah doa permohonanku telah selaras dengan kehendakNya?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»