suplemenGKI.com

Mazmur 29:1-2.

 

“Kemuliaan Dan Keagungan Hanya Bagi Allah 1”

Pengantar:
            Mazmur 29 adalah termasuk  jenis Mazmur pujian yang mengekspresikan rasa hormat, takjub dan kagum si pemazmur kepada Allah atas kemahakuasaan-Nya. Nada pujian yang penuh keyakinan diungkapkan dengan frasa-frasa yang menceritakan kemahakuasaan Allah. The Wycliffe Bible Commentary mengklaim bahwa jarang ada penulis mazmur, kecuali pemazmur Daud yang dapat memperlihatkan kemahakuasaan Allah melalui kekuatan pujian dengan penggambaran yang lebih nyata seperti yang tertuang dalam mazmur 29 ini. Hal itu menunjukkan bahwa pemazmur memang sangat mengenal siapa Allah yang dihormati dan dikaguminya. Boleh dikatakan bahwa syair-syair pujian dalam mazmur 29 ini menunjukkan kecermatan dan kemantapan pemazmur mengakui bahwa hanya Yahweh lah satu-satunya Allah yang sejati. Secara sistematis mazmur 29 ini terbagi menjadi tiga bagian, bagian pertama adalah mulai dari ayat 1-2. Hari ini kita akan mempelajari bagian pertama.

Pemahaman:

1)      Apakah yang hendak ditekankan pemazmur melalui kalimat-kalimat ajakan di v. 1-2?

2)      Ketika meresponi undangan Tuhan, apa yang pantas diberikan kepada Allah? (v. 1-2)

Dalam pujiannya pemazmur mengundang penghuni surgawi untuk beribadah kepada Allah. Siapakah penghuni surgawi itu? Bahasa Ibraninya adalah “Bene Elim” LAI mengartikan sebagai “Penghuni surgawi” yang biasa diterjemahkan sebagai anak-anak Allah. Ada juga yang menafsirkan penghuni surgawi itu adalah merujuk pada bangsa Israel, sebagai umat pilihan Allah (band. Ul 14:1, Maz 82:6) Ke dua pendapat itu tidak salah, karena undangan beribadah itu seharusnya memang ditujukan kepada setiap orang yang percaya kepada Yahweh satu-satunya Allah sejati, termasuk kita pada hari ini. Dalam undangannya Pemazmur dengan tegas mengatakan “Berilah…sujudlah…berhiaskan kekudusan!” berarti ketika anak-anak Tuhan datang beribadah kepada Tuhan, penghayatannya harus fokus pada menyembah, memuji dan memuliakan Tuhan, apapun bentuk kegiatan dalam rangkaian ibadah itu seharusnya semua terfokus untuk menyembah, memuji dan memuliakan Tuhan. Hari ini banyak orang yang ketika datang beribadah bukan fokus menyembah, memuji dan memuliakan Tuhan melainkan mencari sesuatu dari Tuhan. Bukankah segala sesuatu sudah Tuhan berikan komplit kepada kita! Keselamatan, kesehatan, kekayaan, kedudukan, kepintaran, keluarga dan masih banyak “K” yang lainnya. Maka ketika kita datang beribadah giliran kita memberi yang terbaik kepada Tuhan.

Refleksi:
Apakah saudara berpikir bahwa beribadah adalah untuk mendapat sesuatu dari Tuhan, jika ya maka mulai hari ini harus diubah, beribadah adalah memberi yang terbaik kepada Tuhan.

Tekad:
Ya Tuhan, selama ini saya beribadah selalu didasari penghayatan agar mendapat sesuatu dari-Mu, saya belum menghayati ibadah itu memberi yg terbaik kepada-Mu, ampuni saya Tuhan.

Tindakkan:
Mulai hari ini, ketika saya datang beribadah saya akan mengubah penghayatan, dari orientasi pada kepentingan diri menjadi orientasi pada memberi yang terbaik kepada Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«