suplemenGKI.com

Bilangan 22 : 21-34 atau ayat 21-28

KETIKA TUHAN ALLAH YANG MENEGUR

 

PENGANTAR
Pernahkah anda di tegur oleh seseorang karena anda melakukan kesalahan ? mungkin pernah dan mungkin juga tidak. Biasanya teguran terjadi akibat kesalahan kita sendiri. Dan memang ketika kita di tegur rasanya tidak enak, tidak nyaman bahkan malu. Namun sejatinya, teguran itu dilakukan supaya kita sadar akan kesalahan kita, sehingga kita bisa merubah diri.

Renungan hari ini, membicarakan tentang teguran Tuhan Allah kepada Bileam.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang hendak dilakukan Bileam kepada Israel sehingga Tuhan Allah murka  ? ( ayat 21 – 22 )
  2. Apa yang dilakukan Tuhan Allah terhadap Billeam dan Keledainya ? Apakah makna dari peristiwa tersebut ?( ayat 23-30 ).
  3. Bagaimana Tuhan Allah menegur dan menyadarkan Bileam ? dan bagaimana respon Bileam ? ( ayat 31-34 )

Balak raja Moab merasa bahwa bangsa Israel menjadi ancaman bagi kerajaannya. Itu sebabnya bangsa Israel perlu di musnahkan dari muka bumi. Dan untuk tujuan tersebut raja Balak membayar Bileam yang memiliki kuasa, dengan harga yang mahal untuk mengutuk bangsa Israel. Bileampun meminta waktu untuk bertanya kepada Tuhan. Dan ternyata Tuhan melarang Bileam untuk pergi bersama Balak ( 22:12). Dan Bileampun taat. Namun raja Balak mengirimkan utusan yang lebih terhormat dan bayaran yang lebih besar lagi. Bileampun kembali bertanya kepada Tuhan dan Tuhanpun melarang Bileam untuk pergi. Tawar menawar dengan Tuhanpun terjadi, sampai pada satu titik dimana Tuhan mengijinkan Bileam pergi dengan catatan hanya diijinkan untuk melakukan apa yang di Firmankan Tuhan.

Maka Bileam-pun berangkat untuk mengutuk bangsa Israel. Namun keberangkatan Bileam membuat Tuhan murka, karena Tuhan meluhat ketidak patuhan Bileam. Ketika manusia tidak mendengar Tuhan dengan perkataan maka Tuhan memakai cara lain untuk menegur. Tuhan memakai keledainya. Keledai Bileam melihat Malaikat dan hal tersebut mengganggu kelancaran perjalanan, sehingga Bileam menjadi kesal dan memukul bahkan hendak membunuh  keledainya. Namun secara ajaib keledai itu berbicara menegur Bileam yang kemudian disusul dengan penampakan malaikat dengan pedang terhunus. Semua ini adalah cara Tuhan menegur Bileam agar sadar dari kesalahannya. Untunglah Tuhan memperlihatkan malaikat-Nya sedang menghunus pedang berhadapan dengan Bileam, sehingga hal itu membuat Bileam sadar dan mau taat dengan apa yang Tuhan Firmankan.

Sikap Bileam ini mencerminkan sikap banyak orang percaya. Betapa banyak orang percaya yang berjalan di jalan yang salah. Di tegur Firman Tuhan berkali-kali, tetap tidak sadar-sadar juga. Dan ketika Tuhan menyadarkan orang percaya dengan cara-Nya sendiri, maka kita baru paham, akan kesalahan kita. Semoga kita menjadi orang yang cepat sadar ketika Firman Tuhan menegur kita.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : pernahkah anda melakukan kesalahan, dan Firman Tuhan menegur anda ? bagaimana respon anda ?

TEKADKU
Ya Tuhan, seringkali kami tidak menyadari kalau kami sedang berjalan di jalan yang salah. Dan Engkau sudah mengingatkan kami melalui Firman-Mu, tetapi kami juga tidak menyadarinya. Ampunilah kami dan berilah kami hati yang peka akan Firman-Mu.

TINDAKANKU
Saya harus mendengarkan dan mematuhi teguran Tuhan melalui Firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«