suplemenGKI.com

Selasa, 2 April 2019

01/04/2019

Saksinya Allah

Yesaya 43:8-13

Pengantar
                Pernahkah saudara mempercayai orang lain begitu besar, namun akhirnya orang yang kita percayai itu mengecewakan hati kita? Apa yang akan saudara perbuat terhadap orang yang sudah mengecewakan saudara, atau orang yang telah menyalahgunakan kepercayaan yang telah saudara berikan kepadanya? Jawaban yang sederhana adalah kita tidak akan mempercayai dia lagi atau tidak memberikan tanggungjawab yang lebih besar lagi. Bagaimana kalau yang dikecewakan itu Tuhan?

Pemahaman
Ay 8-9, Apa yang Yesaya katakan kepada bangsa-bangsa di luar Israel?
Ay 10, Apa yang dikatakan Tuhan kepada bangsa Israel terhadap bangsa-bangsa lain?
Ay 11-12, Apa yang Tuhan nyatakan tentang Diri-Nya kepada bangsa Israel?
Ay 13, Apa yang Tuhan janjikan kepada bangsa Israel?

Yesaya membawa kabar kepada bangsa Israel, bahwa akan datang bangsa-bangsa lain menuju ke Israel, sekalipun mereka melihat namun buta, mereka mempunyai telinga namun tidak mendengar dengan baik. Di satu pihak bangsa lain melihat dan mendengar perbuatan Tuhan terhadap Israel yang luar biasa itu, namun mereka enggan percaya. Dipihak lain bangsa-bangsa itu akan datang ke Israel untuk melihat dan mendengar perbuatan Tuhan yang dahsyat sampai mereka menyatakan ya dan benar.

Oleh sebab itu Tuhan tetap memberikan kepercayaan kepada bangsa Israel untuk menjadi Saksinya Allah. Allah tidak menghukum selama-lamanya bangsa Israel, namun mereka yang bertobat diberi kesempatan untuk tetap dapat menjadi saksinya Allah. Allahlah yang menentukan bangsa Israel untuk menjadi saksi-Nya karena Allah yang menyelamatkan mereka.

Tuhan menyatakan bahwa Tuhanlah yang memilih mereka dan Tuhan tetap bersama-sama dengan mereka dan tidak ada allah lain yang menyertai bangsa Israel.

Tuhan ingin bangsa Israel tetap menyembah Allah yang Esa, Tuhan mengingatkan bahwa Ia Allah yang cemburu, yang tidak mau bangsa Israel menyembah berhala.

Maka Israel menjadi bangsa yang berkenan kepada Tuhan, inilah harapan Tuhan kepada mereka. Namun bukan hanya berhenti menjadi bangsa yang baik tapi juga harus menjadi bangsa yang dapat bersaksi untuk bangsa-bangsa lain, supaya mengenal di Israel ada Tuhan yang hidup.

Refleksi
Ambil waktu beberapa menit untuk merenungkan: Kapan anda merasakan sebagai orang pilihan Tuhan? Apa tanggungjawab saudara sebagai orang pilihan Tuhan? Pernahkah saudara bersaksi tentang Tuhan yang hidup kepada orang lain?

Tekadku
Ya Tuhan, seringkali kami sibuk dengan urusan kami masing-masing, kami jarang menyadari bahwa Tuhan itu memilih kami untuk bersaksi kepada orang lain? Ampunilah kami dan berilah kami kesempatan untuk bersaksi. Amin

Tindakanku
Hari ini, saya akan mengusahakan untuk bersaksi tentang kebaikan Tuhan kepada orang di sekitar saya, baik di pekerjaan, maupun di lingkungan rumah.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»