suplemenGKI.com

HIDUP TAAT DAN SETIA

YESAYA 1:19-20

 

Pengantar
Untuk menetapkan sebuah pilihan tentu ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Tidak jarang kita meminta pendapat atau pandangan dari pihak lain sebelum menentukan sebuah pilihan. Jika ini sekedar memilih satu dari dua pekerjaan, atau memilih salah satu dari dua pasang baju, mungkin tidak akan terlalu sulit. Namun akan menjadi sulit jika pilihan yang diperhadapkan kepada umat terkait dengan iman dan kehidupannya.

Pemahaman

Ayat 19      Jika umat berbuat baik apakah konsekuensi yang akan mereka terima?

Ayat 20     Apakah yang Allah timpakan kepada umat jika melawan dan memberontak?

Allah memperhadapkan bangsa Yehuda pada dua pilihan penting: bersedia taat pada ketetapan dan perintah Allah atau tetap hidup dalam ketidaktaatan? Kedua pilihan itu mengandung konsekuensi, jika Yehuda taat maka mereka akan hidup sejahtera (ayat 19). Namun yang terjadi sebaliknya jika tidak taat, maka umat harus siap menerima hukuman atas perbuatan mereka (ayat 20).

Diperhadapkan pada dua pilihan seperti itu mungkin bagi sebagian orang bukan hal yang berat untuk dijawab. Mungkin tanpa pikir panjang setiap kita akan memilih untuk taat dan setia. Memang pilihan itu tidak keliru. Dengan tetap taat dan setia kepada Allah, umat akan hidup bersejahtera. Namun yang menjadi persoalan bukan terletak pada apa yang akan kita pilih? Tetapi mampukah umat Allah menjalani pilihan itu? Karena kegagalan dalam melaksanakan apa yang telah dipilih juga akan mengandung konsekuensi yang berat.

Hidup sebagai umat pilihan Allah memang mengandung konsekuensi yaitu keharusan untuk  taat dan setia kepada Allah. Hal ini bukan perkara yang mudah. Sejak semula Allah memilih Yehuda dan kita semua bukan tanpa alasan. Allah menghendaki agar umat-Nya hidup berkenan dihadapan-NYA supaya hal itu bisa menjadi kesaksian kepada bangsa-bangsa lain. Tantangan terberatnya adalah datang dari diri sendiri. Seringkali kedagingan menjadi penghalang terbesar bagi umat untuk taat dan setia. Namun jika kemauan, komitmen, dan kesungguhan itu kuat maka bersama Allah tidak akan ada yang mustahil untuk diwujudkan.

Refleksi
Sudahkah kita menyadari bahwa kita adalah umat pilihan Allah? Sudahkah kita menyadari bahwa Allah menghendaki kita untuk taat dan setia bukan hanya melalui perkataan tetapi juga perbuatan?

Tekadku
Ya Allah, tolonglah kami untuk dengan sungguh-sungguh hidup taat dan setia dihadapan-MU. Jangan biarkan kami jatuh dalam pencobaan.

Tindakanku
Tetap tekun dalam mempelajari Firman Allah, dan berusaha menerapkannya dalam hidup sehari-hari.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«