suplemenGKI.com

Mazmur 85:2-8 

Mungkinkah Pemulihan Tuhan Tidak Sempurna? 

            Jika saudara mengalami luka bakar atau luka tergores duri atau pisau, maka saudara akan berusaha mengobati luka itu sampai sembuh sempurna tanpa meninggalkan bekas. Karena jika ternyata bagian yang terluka itu masih meninggalkan bekas, apalagi terlihat cukup kentara/jelas maka bagi sebagian orang akan terasa tidak nyaman, walaupun sudah tidak terasa sakit sama sekali, tetapi kesannya bahwa permukaan kulit bekas luka itu menjadi tidak bersih atau tidak halus. Apalagi jaman sekarang orang akan merasa risih jika ada bagian permukaan tubuhnya yang terdapat bekas-bekas luka, karena itu akan mengurangi rasa percaya diri atau merasa kurang mulus dan sebagainya. Jika saudara merasa pernah bersalah terhadap seseorangpun saudara ingin supaya seseorang itu tidak lagi mengingat-ingat kesalahan saudara setelah terjadi rekonsiliasi. Itulah pula kerinduan pemazmur dalam bacaan kita hari ini. 

Pertanyaan-Pertanyaan Penuntun:

  1. Apa yang melatar belakangi doa permohonan pemazmur itu?
  2. Apa yang dihayati oleh Umat Israel tentang Allah sehingga mereka ingin mengalami pemulihan sempurna dari Tuhan?
  3. Sejauh mana Umat Israel meresponi kasih Tuhan dalam hidup mereka? 

Renungan:

            Mazmur 85 ini menggambarkan kehidupan umat Israel pada jaman sesudah pembuangan di Babel. Israel memang telah dipulangkan oleh Allah dari pembuangan ke tanah perjanjian, namun mereka merasa masih belum benar-benar dipulihkan seperti yang diharapkan. Di satu sisi mereka mengakui bahwa Allah telah memulihkan mereka, tetapi di sisi lain mereka masih memohon pemulihan dari Tuhan (band v. 2-4 dan v. 5-8) Hal itu dilatarbelakangi sebuah kesadaran bahwa mereka telah berdosa terhadap Tuhan. Perasaan itulah yang menghantui mereka sehingga merasa Allah belum memulihkan mereka.

            Seruan Israel untuk dipulihkan adalah sesuatu yang sangat penting jika itu dihayati sebagai wujud keberserahan dan kebersandaran kepada Tuhan. Tetapi jika penghayatannya adalah karena berpikir bahwa, Allah akan memulihkan jika umat berseru, jika umat meminta dan Allah akan menuruti seruan umat, maka penghayatan demikian sangat keliru. Pertolongan atau pemulihan Allah tidak pernah datang dari inisiatif manusia melainkan selalu datang dari inisiatif Allah. Termasuk ketika Allah membebaskan mereka dari Babel, mengembalikan ke tanah perjanjian itupun inisiatif Allah.   

            Hal yang perlu menjadi pembelajaran kita melalui seruan pemazmur ini adalah, sebuah keteladanan bahwa Pemazmur menghayati sekalipun Allah untuk sesaat lamanya murka terhadap mereka, tetapi Allah juga menyediakan kasih, berkat, pemulihan dan pengampunan bagi umatNya yang mau berbalik kepadaNya dengan tulus, setia dan rendah hati. Itu ditunjukkan melalui permohonan yang dinaikkan dengan jujur, rendah hati dan tulus.

            Saudara, tidak menutup kemungkinan kita juga terkadang menghayati Tuhan dan pemulihanNya bagi hidup kita yang berdosa terhadap Dia seperti umat Israel. Bahkan terkadang kita masih ragu apakah Tuhan mengasihi diri kita yang penuh dengan kesalahan ini. Sehingga kita masih bimbang apakah Tuhan masih mau menerima kita. Ingat saudara, kasih dan pengmpunan Tuhan itu sempurna dan atas inisiatif tertinggi Allah sendiri, itulah anugerah. Respon kita adalah belajar: setia, taat, jujur dan berserah kepada Dia untuk selamanya. Amin.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*