suplemenGKI.com

Selasa, 19 Mei 2020

18/05/2020

SETIA BERJALAN DALAM FIRMAN TUHAN

Ulangan 5:22-33

 

Pengantar
Bait pertama lagu “ Siapa yang Berpegang” (NKB 116)  mengatakan  “Siapa yang berpegang pada sabda TUHAN dan setia mematuhinya, hidupnya mulia dalam cah’ya baka bersekutu dengan TUHAN-nya. Refrein: Percayalah dan pegang sabda-Nya: hidupmu dalam YESUS sungguh bahagia!

Lagu ini mudah dinyanyikan namun apakah bisa kita lakukan dengan mudah pula? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman

  • Ayat 22                 : Apakah yang dimaksud dengan “Firman itulah..” dalam ayat ini?
  • Ayat 23-27           : Mengapa umat TUHAN takut mendekat pada TUHAN kala mereka mendengar suara-Nya?
  • Ayat 28-33           : Apakah yang diinginkan TUHAN untuk dilakukan umat-Nya?

Kitab Ulangan ini ditulis pada akhir masa pelayanan Musa, ketika ia berada di daerah Moab sebelum menyeberangi sungai Yordan dan akan segera menyerahkan kepemimpinannya kepada Yosua (pasal 1:5). Musa sebagai perantara yang telah dipilih untuk menyampaikan Firman TUHAN (ayat 23-27; 30-31) bertekad untuk mempersiapkan Israel memasuki Kanaan dengan mengingatkan mereka akan peristiwa khusus ketika perjanjian TUHAN diberikan.

Musa mengingatkan, bahwa pada saat itu mereka mendengar Firman TUHAN disampaikan dengan dahsyat. Pada peristiwa itu Israel takut dan menghormati TUHAN (ayat23-26,28)  serta berjanji untuk mendengar dan melakukan Firman TUHAN (ayat 27). Namun, pada perjalanan selanjutnya mereka gagal. Sikap takut dan hormat hanyalah sesaat. Hal inilah yang mendorong Musa dengan setia menyuarakan jeritan hati TUHAN bagi kegagalan umat-Nya: “Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, …” (ayat 29)

Itulah gambaran kehidupan umat TUHAN dalam perjalanan melakukan Firman-Nya.  Ada saat  manusia mampu membuat komitmen  takut kepada TUHAN dan berjalan menurut Firman TUHAN dengan kesungguhan hati. Namun komitmen itu juga mudah berubah dan terlupakan. TUHAN memanggil umat-Nya untuk kembali berjalan lurus sesuai dengan Fiman TUHAN, tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri (ayat 32)

Kita menyadari bahwa seringkali kita berada di persimpangan jalan kehidupan. Komitmen hidup setia dalam Firman TUHAN diperhadapkan pada godaan-godaan dunia yang menarik hati. Takut akan TUHAN diperhadapkan pada kesenangan duniawi. Di persimpangan jalan kita harus memilih mau berjalan lurus ataukah belok ke kanan atau ke kiri? Sayangnya  manusia cenderung memilih jalan yang mudah  dan menarik hati walaupun dia tahu hal itu menyimpang dari Firman TUHAN. Rasa takut akan TUHAN seringkali tergantikan oleh rasa takut pada tidak terpenuhinya kebutuhan atau tidak terpuaskannya keinginan. Firman TUHAN hari ini mengingatkan kita bahwa dalam pelbagai kondisi hidup yang kita jalani  baik susah maupun senang janganlah menyimpang dari Firman TUHAN.  Kita dipanggil untuk terus setia melakukan seluruh perintah TUHAN (ayat 33). Setiap orang yang setia berjalan dalam Firman TUHAN akan memperoleh hidup sejati (dalam keadaan baik, aman, sejahtera, bahagia ).

Refleksi
Dalam keheningan, gambarlah peta perjalanan hidup! Apakah di sepanjang perjalanan hidup Saudara telah setia memilih berjalan dalam Firman TUHAN? Adakah saat-saat Saudara terjatuh dalam pilihan menyimpang dari jalan yang TUHAN tunjukkan? Mengapa Saudara melakukan itu? 

Tekadku
Ya TUHAN mampukanlah aku untuk selalu setia berkomitmen hidup berjalan lurus dalam tuntunan Firman-Mu.

Tindakanku
Setiap pagi aku akan membuka hati untuk dituntun Firman TUHAN dan di malam hari aku akan mengevaluasi apakah sepanjang hari ini aku telah hidup di jalan Firman TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»