suplemenGKI.com

Yesaya 55:6-9.

 

“Tuntunan Allah Menuju Pada Hidup”

Pengantar:
Di zaman modern ini manusia sangat dimudahkan oleh berbagai kemajuan tekhnologi. Misalnya, ketika anda dalam perjalanan ke suatu tempat atau kota yang belum pernah anda lalui atau kunjungi, selain di sepanjang jalan terdapat rambu-rambu lalu lintas, penunjuk arah lengkap dengan nama tujuan yang hendak dituju, di handphone anda juga ada fitur yang namanya Google Maps, yang bisa dimanfaatkan untuk memandu perjalanan anda sekaligus menolong untuk mencari alamat tujuan anda, mudah bukan. Tetapi sayang dunia ini tidak ada yang mampu menuntun kita untuk menuju pada hidup sejati. Mari kita telusuri bacaan hari ini dan menemukan bagaimana Allah menuntun kita menuju pada hidup sejati.

Pemahaman:

  1. Apakah makna perintah pada pernyataan di ayat 6 ?
  2. Tindakkan apa yang Allah kehendaki dari manusia untuk memperoleh hidup? (v. 7)
  3. Apa yang hendak ditunjukkan oleh Allah melalui pernyataan di ayat 8-9?

“Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” Ada dua hal penting yang hendak ditekankan oleh pernyataan tersebut, pertama: Kasih karunia Allah itu selalu tersedia bagi manusia. Hal itu menunjukkan keterbukaan kebaikan Allah yang tidak terbatas bagi manusia. Tetapi mengapa seringkali manusia tidak bisa menikmati kasih karunia Allah, terutama keselamatan Allah, karena manusia tidak mau mendengar dan menyambut kasih karunia Allah itu. Ke dua: manusia lebih suka mengarahkan hidupnya kepada hal-hal yang membuatnya tidak mampu datang kepada Allah, yaitu keinginannya sendiri. Allah menghendaki manusia bertobat (Metanoia) artinya perubahan cara berpikir dan pola pikir dari yang bertentangan dengan kebenaran Tuhan menjadi berkenan bagi Tuhan. Pernyataan “orang fasik meninggalkan jalannya” itu berbicara tentang sikap, moral, tingkah laku, perbuatan dan perkataan yang  tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan yang harus ditinggalkan. Kemudian “orang jahat meninggalkan rancangannya” itu menekankan bahwa segala rencana, rancangan dan keinginan yang selama ini dianggap baik, benar dan pantas tetapi selama itu tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan harus ditinggalkan dan mengambil keputusan untuk mengikuti rancangan dan kebenaran Tuhan. Karena rancangan dan jalan Tuhan itu adalah kebenaran yang menuntun kita pada hidup atau keselamatan kekal.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Pernahkah anda merasa Allah tidak menuntun hidup anda? Mengapa? Mungkin anda belum berani atau belum berjuang untuk mengubah cara dan pola pikir anda sehingga belum sesuai dengan rancangan dan kebenaran Allah.

Tekad:
Tuhan, saya sudah mengikut Engkau sekian lama, tetapi saya masih suka berjalan dan berpikir sesuai kehendak hati saya. Hal itu membuat saya merasa tidak dituntun oleh Engkau, ampuni saya ya Tuhan.

Tindakkan:
Saya mau datang kepada Tuhan saat ini untuk memohon Tuhan membantu saya mengubah cara dan pola berpikir saya agar berkenan dengan rancangan dan kebenaran Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«