suplemenGKI.com

Selasa, 19 Juni 2018

18/06/2018

ALLAH MENENTUKAN

Ayub 38:11

 

PENGANTAR
Manusia mudah menyalahkan Allah dengan segala persoalannya.  Namun di balik kritiknya, pertanyaan yang layak diajukan adalah, “siapakah yang berkuasa menentukan kehidupan, manusia atau Allah?”  Ayat ini memberikan jawaban.  Mari kita baca dan renungkan.

PEMAHAMAN

  • Bagaimana sikap Allah kepada manusia?
  • Apa yang Allah sampaikan kepada manusia?
  • Bagaimana seharusnya respons manusia?
  • Apa yang saudara pelajari tentang Allah dalam relasinya dengan manusia?

Diakui atau tidak, pergumulan hidup ada kalanya memantik kemarahan manusia.  Bukan hanya kepada dirinya atau sesama, tetapi juga kepada Allah.  Kemarahan kepada Allah biasanya lebih panjang, sebab selain karena Allah tidak terlihat, juga tidak mudah pula memahami kehendak-Nya.  Manusia tidak sabar menanti jawaban;  jadinya tertekan dan makin berusaha menyelesaikan persoalan menurut caranya sendiri.   Keberhasilan dipahami semata-mata sebagai buah dari kerja kerasnya.  Kesuksesan diterima karena kerja kerasnya.  Sebaliknya, kegagalan dan segala kesulitan lebih mudah ditimpakan kepada Allah.  Pada titik ini manusia berfikir bahwa dirinya seolah penentu jalannya kehidupan;  termasuk menentukan apa yang seharusnya Allah berikan dan bagaimana pemberian itu disampaikan kepada manusia.  Benarkah pemahaman demikian?  Benarkah kuasa kehidupan ada pada tangan manusia yang fana?  Salah besar!!

Pertanyaan dan pernyataan di ayat 4-8, khususnya ayat 11, “sampai di sini boleh engkau datang” menegaskan kuasa dan kedaulatan Allah atas kehidupan manusia.  Artinya, tidak ada satu keberadaan dan keadaan yang terjadi tanpa campur tangan Allah.  Manusia tidak mungkin melakukannya.  Kuasa untuk menentukan apa yang ada hanya dimiliki Allah.  Jadi bukan manusia yang menentukan.  Bukan manusia yang mengatur Allah; tapi Allah yang mengatur dan menentukan batasan-batasan dalam kehidupan manusia.  Bahkan Allah sengaja mengijinkan “gelombang-gelombangmu” atau dinamika kehidupan sebagai sarana untuk menghentikan kecongkakan manusia.  Sekaligus mengajarkan kepada kita bahwa Allah masih berkuasa atas kehidupan.  Allah pun turut menentukan hal terbaik bagi pencapaian tujuan dalam hidup manusia.  Itu sebabnya, pergumulan hidup bisa juga dimengerti sebagai  bagian dari teguran Allah kepada manusia yang berusaha melepaskan diri dari Allah.  Jadi, apapun pergumulan hari ini, sampaikan kepada Allah.  Tetaplah yakin bahwa Allah sekarang sedang mengerjakan yang terbaik di dalam dan melalui karya terbaik orang-orang percaya.

REFLEKSI
Mari hening sejenak: Bukan diri kita atau orang di sekitar, tetapi Allah yang menentukan apa yang baik dalam hidup.  Tugas kita adalah upayakan yang terbaik dan Dia akan menentukan apa yang terbaik.

TEKADKU
Tuhan Yesus, tolonglah aku agar berusaha dengan maksimal, mengerjakan dengan baik apa seharusnya aku kerjakan.  Berikan hati meyakini bahwa Engkau berkarya menentukan apa yang terbaik bagi diriku melalui usahaku yang terbaik.

TINDAKANKU
Hari ini aku semangat kembali.  Berusaha dan mengerjakan dengan maksimal apa yang seharusnya aku kerjakan yaitu …….  Aku percaya Dia berkarya melalui usahaku yang terbaik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»