suplemenGKI.com

Bacaan : Kejadian 45 : 4 – 15

Tema : Hati yang Mengampuni ( 2 )

PENGANTAR
Dalam 4B renungan kemarin, kita belajar bagaimana Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Tujuannya adalah untuk menenangkan dan meyakinkan hati saudara-saudaranya yang sangat ketakutan kepada Yusuf, setelah mereka tahu bahwa Yusuf telah menjadi penguasa di kerajaan Mesir. Yusuf melihat saudara-saudaranya sebagai saudara bukan sebagai saingan, ancaman atau musuh. Untuk itu marilah kita melanjutkan renungan hari ini…..

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana pernyataan Yusuf untuk meyakinkan saudara-saudaranya bahwa ia adalah saudara yang tidak mendendam ? ( ayat 4-5 ).
  2. Bagaimana Yusuf  menyatakan kepada saudara-saudaranya bahwa ia telah mengampuni mereka ? ( ayat 6 – 15 )

Saudara-saudaranya Yusuf  memandang Yusuf bukan saja sebagai saudara tetapi saingan dan ancaman bagi mereka karena Yusuf adalah anak yang paling disayang dan sangat istimewa oleh ayah mereka sehingga mereka iri hati kepada Yusuf. Itu sebabnya mereka telah memperlakukan Yusuf dengan tidak baik, jahat dan menjualnya sebagai budak ke Mesir. Kejadian itu sudah lama sekali bahkan mereka menganggap Yusuf telah mati. Itu sebabnya mereka terkejut dan takut ketika Yusuf memperkenalkan dirinya. Mereka takut karena dosa dan kejahatan mereka di masa lalu. Namun ketika Yusuf melihat mereka dalam ketakutan yang luar biasa, ia berkata, “Marilah dekat-dekat, …….Akulah Yusuf saudaramu, yang kamu jual ke Mesir, tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, sebab untuk memelihara kehidupanmulah Allah menyuruh aku mendahului kamu”. (ay 4-5). Di sini kita melihat bahwa Yusuf yang pernah diperlakukan tidak baik oleh saudara-saudaranya tetap bersikap baik kepada mereka. Semua ini karena Yusuf melihat kehidupannya dari perspektif Allah yaitu bahwa ia di jual ke Mesir karena Allah punya rencana. Bahkan pernyataan Yusuf, “Akulah Yusuf, …..ditetapkan Allah untuk memelihara hidupmu”, pernyataan ini diulang-ulang berkali-kali. ( ayat 5,7,8,9 ). Ketika Yusuf mengingat perlakuan saudara-saudaranya wajar kalau ia sakit hati dan dendam. Namun ternyata Yusuf tidak demikian. Dengan hati dan tangan terbuka Yusuf menerima, menyambut, memeluk dan menjamu bahkan menjamin memelihara mereka dalam menjalani kehidupan di Mesir. Itu berarti Yusuf telah mengampuni semua kesalahan saudara-saudaranya.

Melalui peristiwa Yusuf dan saudara-saudaranya ini kita diajak untuk melihat persoalan dalam hidup ini dari cara pandang Tuhan sehingga kita bisa melihat bahwa di balik semua peristiwa dan persoalan yang kita alami ada rencana Tuhan yang indah  untuk kebaikan kita. Dengan cara pandang Tuhan itu juga kita dimampukan untuk mengampuni dan tidak menyalahkan orang lain atas apa yang kita alami. Dengan demikian menjadikan kita sebagai berkat bagi keluarga dan saudara-saudara seiman. Amin.

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan : Dalam hubungan dengan saudara dan sesama, baik di rumah atau di gereja, di pelayanan, kita jumpai orang-orang yang berlaku tidak adil/jahat kepada kita. Lalu bagaimana sikap kita ?

TEKADKU
Ya Tuhan, ajarlah saya untuk selalu dapat mengampuni mereka yang berlaku tidak adil/jahat kepada saya.

TINDAKANKU
Belajar mengasihi mereka yang berlaku tidak adil/jahat kepada saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«