suplemenGKI.com

Mazmur 27:1-6

TETAP TEGAR

 

Pengantar
Dalam menjalani kehidupan, setiap kita pasti pernah mengalami ketakutan.  Ketakutan yang kita rasakan bersumber dari rasa ketidakmampuan dan ketidakberdayaan diri kita untuk mengatasi suatu masalah atau konflik atau krisis yang terjadi dalam hidup kita.

Pemahaman
Ayat 1 Siapakah TUHAN bagi Daud?
Ayat 2-5 Bagaimana keyakinan Daud kepada TUHAN di tengah-tengah masalah atau krisis yang di hadapi?
Ayat 7-12 Bagaimana kedekatan Daud dengan TUHAN?

Daud menghadapi tantangan dan serangan yang begitu hebat dari musuh-musuhnya (ay.2-3).  Namun dia tidak hancur dan tidak meragukan Allah.  Daud mempunyai kunci hidup agar tetap tegar dalam menghadapi masalah atau krisis: Pertama, Daud tidak membiarkan pikiran dan hatinya dikuasai oleh krisis yang dihadapinya. Sebaliknya ia tetap memfokuskan pikirannya kepada kebesaran dan siapakah Allah bagi dirinya.  Ay.1 “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”  Sebagai pribadi yang hidup benar maka Daud memiliki keyakinan akan siapa TUHAN dalam hidupnya bahwa DIA berpihak kepada orang benar.  Kedua,  Daud menyadari ketidakmampuan dan ketidakberdayaan dirinya dan mengakui bahwa hanya TUHAN yang bertindak di dalam hidupnya.  Ketika Daud berhasil menghadapi dan mengatasi krisis yang terjadi, dia mengakui bahwa hal itu dikarenakan Allah secara pribadi yang bertindak (ay.6) bukan kemampuan dirinya.  Pemahaman itu Daud miliki karena terjalinnya hubungan pribadi yang dekat dengan Allah (ay.4), di mana Daud memiliki kerinduan untuk selalu diam dalam rumah TUHAN dan membawa hatinya di hadapan TUHAN.

Pikiran yang terfokus kepada Allah dan membina hubungan yang dekat dengan-Nya melalui doa, membuat Daud tetap tegar (optimis) menjalani kehidupannya walaupun situasi dan kondisi tidak mendukung.

Refleksi
Ambillah waktu teduh, renungkan apakah saat ini semangat Anda menjalani hidup pudar?  Periksalah seberapa dekat hidup Anda dengan Tuhan?  Ketika menghadapi masalah atau krisis pikiran kita lebih banyak terfokus pada besarnya masalah atau kepada besarnya kuasa Tuhan? 

 Tekadku
Tuhan Yesus, aku mau hidup lebih dekat kepada-Mu dan hidup yang terfokus pada kebesaran kuasa-Mu agar aku memiliki ketegaran hati dalam menjalani hidup!  Tolong aku ya Tuhan!

Tindakanku
Setiap pagi aku mau bangun lebih awal untuk bersaat teduh merenungkan firman-Nya dan berdoa kepada-Nya.  Hari ini aku harus menjalani hidup dengan semangat (optimis) dengan hati yang terfokus pada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*