suplemenGKI.com

Bacaan : Mazmur 89 : 1 – 4 ; 19 – 26.

Thema : Tuhan setia pada perjanjian-Nya.

PENGANTAR.
Perjanjian Allah dengan Daud ialah bahwa keturunan Daud akan memerintah atas takhta Daud untuk selama-lamanya. Yang menjadi persoalan adalah ketika raja-raja keturunan Daud tidak mentaati Allah maka Allah menyingkirkan mereka (membuang) seperti kerajaan israel utara yang diserahkan kepada musuh untuk di tawan. Bahkan kerajaan Yehuda pun tidak luput dari penghukuman Allah. Dengan demikian pemazmur mempertanyakan tentang kasih setia Tuhan akan janji-Nya kepada Daud. Apakah janji Tuhan akan di genapi ?.

PEMAHAMAN.

  1. Apakah yang membuat pemazmur meyakini bahwa kasih setia Tuhan dapat diandalkan ? ( ayat 1 – 4 )
  2.  Apakah pengharapan pemazmur kepada Tuhan dengan menyanyikan kasih setia Tuhan ? (ayat 19 – 26 ).

Pemazmur memulai  pujiannya kepada Tuhan karena telah merasa akan kasih setia Tuhan dengan memilih Daud dan keturunannya menjadi raja atas umat-Nya. Pemazmur sangat yakin kepada Allah bahwa Tuhan akan menepati janji-Nya sebab Allah yang bertakhta di sorga adalah Allah yang perkasa, penuh dengan kasih setia. Keyakinan tersebut terus dimiliki pemazmur, walaupun situasi dan kondisi yang terjadi adalah sebaliknya. Namun pemazmur tetap berharap kepada Tuhan agar Tuhan tetap menepati janji-Nya. Dalam pengharapannya pemazmur mengenang apa yang pernah dialami Daud waktu Daud dipanggil dan dipilih oleh Allah. Dalam proses tersebut Tuhan telah menemukan seoranng yang pantas diangkat menjadi raja lalu mengurapinya. Dan orang tersebut adalah Daud. Pemazmur juga mengenang tentang janji Tuhan kepada Daud yaitu bahwa Tuhan sendiri yang akan menyertai dan meneguhkan Daud. Kesetiaan dan kasih setia Tuhan yang kekal akan selalu  menyertai dia. Oleh karena itu Daud Daud akan memanggil Tuhan sebagai Bapanya dan Tuhan akan memanggil pemazmur sebagai anak-Nya. Dan puncak dari janji Tuhan kepada Daud adalah keabadian takhtanya.

Untuk itu pemazmur berharap kepada Tuhan agar Tuhan segera menepati janji-Nya. Dalam pengharapan tersebut pemazmur meyakini bahwa Allah setia kepada janji-Nya. Pemazmur yakin bahwa Allah tidak akan ingkar janji. Dan Allah memang menepati janji-Nya melalui Yesus Kristus yang berasal dari keturunan Daud, yang mana kerajaan-Nya tidak pernah berkesudahan ( band. Lukas 1 : 31-33 ). Sungguh ! kita patut bersyukur kepada Tuhan atas kasih setia-Nya. Dan tidak salah kalau kita selalu menaruh harapan kepada-Nya. Bagaimana dengan saudara ?

REFLEKSI.
Marilah kita mengambil saat hening sejenak, untuk merenungkan : apakah kita yakin kepada Allah yang setia menepati janji-Nya ? bagaimana sikap saudara menanggapi kasih setia Tuhan ?

TEKADKU.
Ya Tuhan ! tolonglah saya untuk selalu berharap kepada-Mu, karena Engkau Allah yang penuh kasih setia.

TINDAKANKU.
Saya harus terus percaya kepada Allah, yang penuh dengan kasih setia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«