suplemenGKI.com

MEMPERTAHANKAN KEUTUHAN PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS

Kisah Para Rasul 11:4-18

 

Pengantar
Sebelumnya kita telah melihat bagaimana orang-orang dari golongan yang bersunat mempertentangkan apa yang dilakukan oleh Petrus. Namun Petrus sama sekali tidak marah atas apa yang dipertentangkan oleh mereka. Di ayat 4-18 Petrus mencoba menceritakan dan menenangkan apa yang sesungguhnya terjadi. Petrus melakukan itu untuk mempertahankan kesatuan jemaat, supaya mereka tidak terpecah belah oleh karena pertentangan atau perbedaan pendapat. Bahkan apa yang dilakukan oleh Petrus memberikan dampak positif dan dapat kita pelajari bersama.

Pemahaman

  • Ayat 4-17       : Apa yang diceritakan oleh Petrus kepada orang-orang dari golongan yang bersunat?
  • Ayat 18          : Bagaimana respon mereka ketika mendengar cerita Petrus?

Ketika Petrus menghadapi pertentangan dari orang-orang golongan yang bersunat, Petrus tidak serta merta menyangkalnya. Dengan segala kerendahan hati ia memberikan penjelasan kepada mereka. Di ayat 4-18 Petrus menjelaskan semua pengalamannya di rumah Simon dan Kornelius. Ia menceritakan karena ia tahu bahwa mereka mendapat berita yang tidak lengkap sehingga memungkinkan mereka menjadi salah paham. Tujuan Petrus menceritakan supaya orang-orang tahu bahwa baptisan Kornelius terjadi karena kehendak Allah. Petrus menceritakan empat tahapan wahyu Ilahi yang ia dapatkan. Pertama, mendapatkan penglihatan Ilahi (v. 4-10). Kedua, ia menerima perintah Ilahi (v. 11-12). Ketiga, melihat adanya persiapan Ilahi (v. 13-14). Keempat, Petrus menyaksikan Allah sendiri yang bertindak (v. 15-17).

Ketika orang-orang dari golongan yang bersunat mendengar cerita Petrus, mereka mendengarkan dengan sungguh-sungguh tanpa adanya penyangkalan. Mereka mengerti cerita Petrus secara lengkap. Oleh karena itu mereka menjadi tenang dan menyadari bahwa Allah menghendaki bangsa lain mengalami pertobatan. Kesaksian Petrus memberikan suasana positif.

Seringkali dalam persekutuan tubuh Kristus pun terjadi perselisihan atau kesalahpahaman. Jika tidak ada yang mau mengalah dan meluruskan, maka akan timbul perpecahan di dalamnya. Hari ini kita belajar dari Petrus yang dengan segala kerendahan hatinya mau berusaha meluruskan apa yang sebenarnya terjadi sehingga perpecahan pun dapat dicegah.

Refleksi
Dalam keheningan, pejamkan mata dan ingatlah apakah Saudara pernah menjadi korban kesalahpahaman? Apakah Saudara telah menyelesaikan kesalahpahaman itu ataukah membiarkannya? Apakah Saudara telah menyelesaikan kesalahpahaman itu dengan mencontoh kerendahan hati Petrus untuk mau berbicara satu sama lain demi tercapainya kesatuan tubuh Kristus.

Tekad
Tuhan, mampukan aku untuk menyelesaikan kesalahpahaman atau perselisihan yang terjadi selama ini antara aku dengan… ( sebutkan nama orang yang berselisih dengan saudara ). Aku akan membereskannya sebagai langkah awal untuk membangun kesatuan tubuh Kristus.

Tindakan
Hari ini aku akan mendatangi orang yang berselisih paham denganku. Aku mau menyelesaikan setiap masalah yang ada dengan tulus dan rendah hati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«