suplemenGKI.com

Keluaran 1:11-14

 

Allah Bersama Mereka yang Menderita

 

Pengantar
Kemarin kita melihat bagaimana raja Mesir yang baru merasa terancam dengan berkat yang diterima oleh bangsa Israel. Akibat dari perasaan yang terancam itu, mereka lalu merancang niat jahat atas bangsa Israel. Apa yang dikerjakan Allah dalam situasi tersebut? pertanyaan inilah yang akan kita renungkan bersama.

 

Pemahaman

-  ay. 11 – 14   : Penderitaan apa saja yang dialami oleh bangsa Israel? Bagaimana kita
menghubungkan perkembangan populasi Israel dengan penindasan
ini?

-  ay. 12            : Bagaimanakah kita melihat hubungan antara penderitaan tersebut
dengan pemeliharaan Allah?

 

ayat 11 memberikan gambaran kepada kita tentang tindakan yang diambil orang Mesir karena merasa terancam. Ada pengawas rodi yang ditempatkan untuk menindas mereka. Kata “menindas” dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari diartikan”mempersulit  hidup mereka dengan keras”, sedangkan Alkitab Terjemahan Lama memakai kata “aniaya”. Secara logika, mereka yang sudah dianiaya dalam penindasan kerja keras takkan memiliki stamina prima lagi untuk beranak cucu. Inilah yang ingin dicapai oleh raja Mesir, menekan angka kelahiran orang Israel. Namun rencana ini gagal total, sebab Tuhan bekerja melampaui logika manusia. “Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu” (ay. 12).

Melihat kejadian yang di luar logika manusia ini, bangsa Mesir bukannya mengevaluasi diri, tapi malah makin menjadi. “Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat…”. Paling sedikit ada dua kata yang digunakan untuk menggambarkan meningkatnya penindasan bangsa Mesir terhadap bangsa Israel, yaitu “kejam” (ay. 13, 14) dan “memahitkan hidup mereka” (ay. 14). Dengan demikian maka genaplah apa yang difirmankan Allah kepada Abram beberapa ratus tahun sebelumnya, “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, …  dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya” (Kej. 15:13). Hal ini menegaskan bahwa Allah mengetahui apa yang terjadi atas umat-Nya tersebut, dan Allah peduli akan hal itu.

 

Refleksi
Apakah kita merasa bahwa hidup yang kita jalani ini makin hari terasa makin pahit? Untuk sementara waktu, Allah belum membebaskan bangsa Israel dari tangan Mesir yang membuat hidup mereka makin pahit. Tapi itu sama sekali tidak berarti Allah semakin tidak peduli. Kepedulian yang Allah nyatakan tidak dalam bentuk mengangkat penderitaan, tetapi dengan memberi kekuatan agar kita mampu menghadapinya.

Tekad
Doa: Kristus, berikan saya kekuatan agar tetap berjalan di jalur-Mu. Amin.

 

Tindakan
Saya akan memulai hari ini dengan memperkokoh keyakinan akan kepedulian Allah, dengan menyanyikan lagu “Allah Mengerti, Allah Peduli”

 

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«