suplemenGKI.com

Yeremia 11: 18-20

“Maju Terus Pantang Mundur”

 

PERTANYAAN PENUNTUN PEMAHAMAN ALKITAB

  1. Ayat 18-19, 21: Risiko apa yang akhirnya dihadapi Nabi Yeremia pada saat dia menyampaikan teguran Tuhan atas Israel?
  2. Ayat 20: Bagaimana respon atau reaksi Nabi Yeremia terhadap ancaman tersebut?
  3. Ayat 22-23: Apa yang Tuhan firmankan untuk menghibur hambaNya dan menegur orang-orang yang menolak hambaNya?
  4. Belajar dari apa yang Tuhan Allah lakukan pada Yeremia dan juga dari sikap Yeremia sendiri pada saat menghadapi tantangan:

- Apa yang harus Anda lakukan pada saat Allah memerintahkan Anda untuk menegur/menyampaikan firmanNya kepada orang-orang yang berpaling dari Tuhan?

-  Apa yang harus Anda jaga dan pertahankan pada saat menghadapi penolakan/perlawanan sebagai akibat dari firman Tuhan yang Anda sampaikan?

RENUNGAN
Nabi Yeremia menyampaikan malapetaka yang akan menimpa kaum Yehuda dan Israel, sebagai akibat dari perbuatan jahat mereka di hadapan Allah. Sebenarnya yang Yeremia lakukan adalah memproklamirkan pembaruan mental dan spiritual, agar bangsa Yehuda dapat kembali kepada inti yang benar dari panggilan Allah untuk mereka, dan hidup seturut dengan panggilan tersebut.  Namun, sambil menyerukan pertobatan, Yeremia juga menyampaikan nubuatan akan hukuman yang menanti bangsa Yehuda.  Inilah yang membuat Yeremia akhirnya dibenci, dibicarakan di belakang, bahkan diancam akan dibunuh (ayat 21).

Sebagian orang jika dihadapkan pada situasi yang sama dengan Yeremia, mungkin akan dengan segera menyampaikan keluhan, memikirkan untuk berhenti, menyalahkan orang lain, dan tidak lagi mau menasihati/menegur, dengan kata lain berhenti untuk peduli pada keadaan orang lain dan lebih memilih untuk peduli pada diri sendiri.  Sebagaimana ungkapan yang mungkin sering kita dengar atau ucapkan, “Kalau tidak mau dinasihati, terserah maumu apa!”

Namun Nabi Yeremia rupanya tidak demikian.  Meski tidak mudah menghadapi ancaman pembunuhan, Yeremia berusaha bertahan dan tetap melakukan tugas kenabiannya dengan setia.  Yeremia tahu siapa yang mengutusnya, siapa yang berfirman, sehingga ia tidak takut menghadapi ancaman apapun yang diterimanya. Daripada takut, marah, kecewa, berhenti, atau melakukan pembalasan dengan cara apapun, Yeremia lebih memilih untuk menyerahkan perkaranya kepada Tuhan.  Ia percaya bahwa Tuhan Allah tidak akan tinggal diam, melainkan akan menunjukkan keadilanNya atas perkara yang dihadapi oleh Yeremia. 

Itulah yang membuat Yeremia mampu bertahan melayani dalam kondisi apapun, sebab ada Tuhan yang terus menerus dipercayainya akan menyertai dan menolong dirinya, yang hanyalah hamba.  Lebih tepatnya, Tuhan akan menyertai umatNya dan setiap rencanaNya pasti akan berhasil. 

“Sebab kalau Allah memilih orang dan memberkati orang itu, Allah tidak pernah menarik kembali apa yang telah dibuat-Nya.” (Roma 11:29 – BIS)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*