suplemenGKI.com

Yehezkiel 34:20-24

ALLAH SEBAGAI RAJA YANG ADIL

 

Pengantar
Kekuasaan pada diri sesorang dan jabatan seringkali dibatasi tanpa batas dan bebas dari penilaian salah.  Itu sebabnya, jabatan raja seringkali diidentikan dengan sikap yang sewenang-wenang dan maunya menang sendiri.  Keadilan dalam konteks ini berarti kepentingan raja yang didahulukan.  Bagaimana dengan Allah yang adalah Raja semesta?  Adakah keadilan berlaku dalam pemerintahan Allah?

Pemahaman
Ayat 20: Apa yang Allah katakan tentang diriNya?  Apa yang direncanakanNya?
Ayat 21: Apa alasan Allah bertindak demikian?
Ayat 22: Apa tujuan Allah bertindak demikian?
Ayat 23-24:  Bagaimana Allah mewujudkan rencanaNya tersebut?

Apa artinya kritik bila tidak disertai dengan tindakan nyata?  Apa arti kecaman bila tidak dibarengi dengan upaya mewujudkan solusi nyata?  Apa yang baik hanya sekadar menjadi wacana (pembicaraan) bila tanpa diwujudnyatakan melalui tindakan.  Ya, itulah yang Allah sampaikan dan akan lakukan melalui nabiNya, Yehezkiel (34:20).  Ayat ini menegaskan posisi Allah sebagai “hakim di antara domba yang gemuk dan domba yang kurus”.  Allah bertindak sebagai Raja yang menyatakan keadilanNya kepada kaum yang lemah, dengan alasan,  “oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambungmu dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, sehingga kamu menghalau mereka keluar dari kandang” (ay.21).  Keadilan Allah bukan tanpa tujuan.  Dengan tegas Allah menyatakan, “supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa” (ay.22).  Dengan kata lain, keadilan Allah diwujudkan melalui tindakan pembelaan kepada mereka yang terlemah, tertindas, terbuang, dan terhilang.  Tujuannya jelas, “supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa” (ay.22).

Alasan dan tujuan dibalik tindakan Allah seharusnya juga menjadi semangat perjuangan gereja di tengah pergumulan dunia.  Realita tidak berhenti menyajikan beragam persoalan dan pergumulan.  Seolah hanya untuk itulah (penderitaan) mereka yang lemah hidup dan tinggal di tengah masyarakat.  Namun yang lebih penting untuk ditanyakan  adalah, apa yang seharusnya para pemimpin Kristen dan gereja bisa lakukan?  Keteladanan kasih dan keadilan Allah semestinya menjadi landasan konsep dan gerak bagi pemimpin Kristen dan gereja untuk juga menyatakan keadilanNya bagi mereka yang tertindas.  Setiap kita dipanggil untuk bersikap adil kepada sesama yang tertindas sebagai wujud adanya keadilan Allah di tengah dunia.

 

Refleksi:
Keadilan merupakan pembelaan kepada mereka yang tertindas.

 

Tekadku
Aku mau meneladan sikap Allah yang berkeadilan bagi mereka yang lemah dan tertindas.

 

Tindakanku
Aku mau belajar bersikap adil kepada sesama, khususnya mereka yang secara sosial terabaikan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«