suplemenGKI.com

SELASA, 18 Mei 2010

18/05/2010

KISAH PARA RASUL 2 : 1 – 13 ( Lanjutan )

KARYA ROH KUDUS DALAM DIRI MURID-MURID.

Semua fenomena yang terjadi pada hari raya Pentakosta menjadi perdebatan yang seru dan tak habis-habisnya di berbagai aliran gereja. Hal itu terjadi karena sudut pandangnya berbeda dan pemahaman terhadap sebuah peristiwa yang berbeda, sehingga menghasilhan konsep  yang berbeda. Untuk itu kita perlu melihat dengan cermat setiap fenomena yang terjadi dan bagaimana kita memahaminya.

  1. Fenomena apa saja yang terjadi saat itu ? ( ayat 2-4 ).
  2. Apakah semua fenomena tersebut masih terjadi di jaman sekarang ?
  3. Apa manfaat dari fenomena yang terjadi bagi orang lain ? (ayat 7-8, 12-13).
  4. Bagaimana kita memaknai setiap fenomena yang terjadi ?

RENUNGAN.

Ada tiga fenomena yang terjadi pada saat perayaan Pentakosta.

  1. Turunnya bunyi seperti tiupan angin dari langit. (ayat 2 )
  2. Tampak lidah-lidah seperti nyala api yang hinggap di kepala murid-murid. (ayat 3).
  3. Muncul kemampuan dari para murid untuk berkata-kata dalam bahasa lain. (ayat 4).

Semua fenomena yang terjadi bertujuan untuk menguatkan, menenangkan hati murid-murid yang saat untuk bersaksi (berbicara) tentang semua peristiwa yang telah terjadi pada Diri Yesus Kristus. Untuk itulah saat itu murid-murid diperlengkapi dan diurapi oleh Roh Kudus supaya mereka mulai berani berkarya dan bersaksi bagi Tuhan. Sudah barang tentu peristiwa itu hanya terjadi sekali dalam satu peristiwa perayaan Pentakosta, dan peristiwa tersebut tidak akan terulang lagi dalam sejarah gereja. Hal itu mengingatkan kepada kita bahwa Roh Kudus dalam karyaNya yang luar biasa selalu nyata dan ada walaupun berbeda sehingga membuat orang lain yang menyaksikannya dapat tercengang-cengang, takjub dan diberkati.

Ketika kita menyimak dengan seksama dalam perayaan Pentakosta tersebut, pertama-tama terjadi turunnya bunyi seperti tiupan Angin keras dari langit (ayat 2). Angin berasal dari kata pneuma ( Yun ) atau ruakh (Ibr ), yang berarti nafas atau angin, kekuatan yang menggerakkan dan menghidupkan. Dalam pengertian ini angin dikaitkan dengan Roh Kudus yang dicurahkan kepada para murid supaya hati yang galau dan takut ditenangkan. Roh Kudus hadir untuk menggerakkan para murid untuk tidak tinggal diam tetapi membangkitkan semangat yang sudah mati untuk bersaksi tentang Yesus. Dan hal itu juga berlaku bagi saya dan anda.

Kedua, tampak lidah-lidah api yang hinggap diatas kepala para murid. Api adalah symbol dari kehadiran Tuhan, juga berfungsi untuk menyucikan dan memurnikan. Turunnya Roh Kudus dengan symbol Api  menandakan bahwa Allah berkenan hadir diantara para murid. Juga menyucikan dan memurnikan para murid dari segala dosa-dosa mereka. Sekarang kita beriman bahwa Roh Kudus selalu hadir dalam diri orang percaya.

Ketiga, kemampuan berkata-kata dalam bahasa lain (ayat 4). Apa yang terjadi pada perayaan Pentakosta saat itu adalah bahwa para murid sedang berkata-kata dengan bahasa yang dipakai oleh bangsa-bangsa lain (ayat 9 – 11 ), ada sekitar 15 bangsa yang hadir, dan mereka semua memahami apa yang disampaikan oleh para murid. Dengan turunnya Roh Kudus para murid dapat bersaksi kepada semua bangsa dan apa yang mereka saksikan memberkati semua bangsa. Roh Kudus juga bisa membuat kita berani bersaksi tentang perbuatan-perbuatan Allah pada kita. Amin.

“Kita juga bisa dipakai oleh Roh Kudus untuk bersaksi, sediakan diri anda untuk dipakaiNya”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*