suplemenGKI.com

Keluaran 17:3-7

BERANI MENGAMBIL SIKAP IMAN

 

Pengantar
Iman dan pengharapan yang kita miliki teruji justru di saat sulit atau di tengah-tengah banyaknya orang yang memiliki keraguan iman.  Itulah yang dialami Musa ketika bersama-sama dengan umat-Nya dalam perjalanan menuju tanah perjanjian Tuhan.  

Pemahaman

  • Bagaimana bangsa Israel menyatakan ketidakpercayaannya kepada janji Tuhan?  (ayat 3, 7)
  • Bagaimana Musa berani mengambil sikap iman kepada janji-Nya?  (ayat 4)
  • Apakah kita termasuk orang yang berani mengambil sikap iman di masa sulit?

Kemarin kita telah merenungkan bahwa bangsa Israel marah dan bersungut-sungut kepada Musa dan kepada Tuhan sebab dalam keadaan haus mereka tidak menemukan air di Rafidim.  Mereka memiliki cara pandang yang kurang tepat dalam menghadapi persoalan.  Apakah hanya karena itu saja?  Apakah hanya karena mereka tidak bisa minum?  Bukan hanya itu, tetapi lebih dari itu kemarahan dan sungut-sungut umat Tuhan itu disebabkan karena ketidakpercayaan.  Pertama, Ketidakpercayaan  kepada Musa sebagai utusan Allah yang memimpin perjalanan menuju tanah perjanjian.  Ay.3 “Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?“  Karena ketidakpercayaan maka Musa pun menjadi tumpahan kemarahan bangsa Israel di saat sulit.  Kedua, Ketidakpercayaan kepada Allah.  Mereka menyangsikan kebesaran dan kesetiaan Allah (ay.7).  Hal itu bisa tampak dari ungkapan umat Israel dalam ayat 7 “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?”

Lalu bagaimana sikap Musa?  Menghadapi kesulitan, kemarahan dan ketidakpercayaan umat-Nya maka Musa datang dan berkata kepada Tuhan “Apakah yang akan aku lakukan … sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu?”  Musa memang gentar, namun Musa berani mengambil sikap iman.  Dia datang kepada Tuhan dan bertanya apa yang Tuhan kehendaki untuk Dia lakukan bagi umat-Nya.  Musa tidak ikut-ikutan larut dalam ketidakpercayaan akan kebesaran dan kesetiaan-Nya di saat menghadapi masa sulit.  Murninya iman dan pengharapan Musa teruji di saat sulit dan di tengah-tengah banyaknya orang yang memiliki keraguan iman.  

Refleksi
Dalam keheningan, mari merenungkan sikap iman kita di saat sulit dan di tengah-tengah banyaknya orang yang memiliki keraguan iman.

Tekadku
Aku mau bertekad berani mengambil sikap iman di saat sulit dan di tengah-tengah banyaknya orang yang memiliki keraguan iman.

Tindakanku
Hari ini aku buktikan imanku di ……….. (sekolah, tempat kerja, persekutuan, bertetangga) dengan cara berani berkata dan bertindak yang benar, berani tetap percaya pertolongan-Nya ketika menghadapi kesulitan dan di tengah-tengah orang-orang yang memiliki keraguan iman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«