suplemenGKI.com

Selasa, 18 Juni 2019

17/06/2019

SAAT HIDUP TERASA BERAT

Mazmur 22:20-27

 

Pengantar
Bagi orang Kristen, berdoa tidaklah sulit malahan menjadi kebiasaan yang sudah menyatu dalam hidup sehari-hari. Akan tetapi banyak doa berhenti sampai pada keluhan. Atau bahkan ada pula orang Kristen yang berhenti berdoa karena putus asa. Dia merasa doanya tak didengar TUHAN.  Memang terkadang tekanan hidup dan penindasan yang begitu dahsyat membuat iman menjadi luluh sehingga semangat penyerahan berganti dengan kepahitan. Apakah Daud mengalami hal itu? Ada hal yang berbeda dalam kehidupan doa Daud. Marilah kita mempelajari dan merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 20-22  : Apakah yang sedang dialami  Daud sehingga Ia memohon pertolongan TUHAN?
  • Ayat 23- 27 : Mengapa Daud melanjutkan kalimat doanya dengan pujian kepada TUHAN? 

Daud adalah seorang yang beriman kepada TUHAN namun banyak  mengalami penderitaan yang sangat berat. Musuh-musuh mengejarnya dan menginginkan nyawanya. Daud banyak  mengalami penyiksaan fisik (ay 13-14, 17). Penderitaannya yang sangat berat dan besar ini, digambarkannya bagaikan ‘tulang yang terlepas dari sendinya’, bahkan ia dapat menghitung tulang-tulangnya sendiri. Penderitaannya sangat menyiksa hingga kepada psikis (jiwa; ay 15b). Itulah yang membuat ia menjadi lemah, stress dan tidak berdaya, bahkan tidak sanggup  berkata-kata untuk membela dirinya sendiri. Penderitaan fisik menjadi penderitaan batin dan penderitaan batin mempengaruhi seluruh kehidupannya sehingga lemah dan patah semangat. Keberadaan Daud yang sungguh memprihatinkan ini, membuat ia tidak punya harapan apa-apa; tidak ada sesuatu pun yang dapat dijadikannya menjadi modal dalam rangka menyelamatkan dirinya (ay 19), bahkan TUHAN pun seolah-olah telah melupakannya. Sekalipun demikian, ia tak berhenti berdoa untuk memohon TUHAN turun tangan. Dia menyatakan kerinduan dan harapan agar TUHAN tidak menjauhinya. Walaupun Daud banyak mengalami penderitaan tetapi  penderitaan itu tidak membuatnya menjauh dari hadirat Tuhan. Daud tetap  teguh dan setia hanya kepada TUHAN  yang dipercayainya sebagai Juruselamatnya. Pada saat Daud menyampaikan keluh kesahnya ke hadirat TUHAN, ia juga memuji dan memuliakan nama TUHAN (ay 23-25). Bahkan Daud juga sanggup bersaksi tentang TUHAN ALLAH kepada banyak orang di lingkungannya hingga mereka percaya, berpengharapan, memuji dan memuliakan nama TUHAN  (ay 26-27).

Sesungguhnya TUHAN melihat, mengetahui dan juga mengingat  semua derap langkah kehidupan orang-orang yang percaya yang datang dengan segala bentuk keluh kesahnya. TUHAN tahu bahwa Daud sedang menanggung beban kehidupan yang sangat berat. (ay 20; Mzm 93:9). Dia pun  tidak pernah sama sekali meninggalkan orang-orang yang percaya kepada-Nya, Dia tetap siap sedia mendampingi, membimbing dan menyelamatkan umat-Nya.  Dia punya banyak cara menyelamatkan mereka yang mengasihi-Nya (ay 27). TUHAN juga tidak pernah merasa jijik dan merendahkan seorang yang papa, rendah dan miskin yang datang ke hadapan-Nya. Dia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya

Refleksi
Dalam keheningan, bayangkanlah peta perjalanan iman Anda. Kapan sajakah Anda merasakan hidup yang terasa amat berat? Apakah isi doa Anda kala menghadapi kondisi hidup yang berat? Apakah hanya keluhan atau ratapan ataukah juga berisi pujian dan kesaksian?

Tekadku
Ya TUHAN, di tengah segala persoalan yang rumit dan sulit, mampukanlah aku untuk memanjatkan doa yang bukan hanya berisi keluhan, ratapan dan permohonan tapi juga pujian dan kesaksian.

Tindakanku
Aku akan terus belajar  mempercayai bahwa TUHAN dekat dan selalu berkarya baik atas hidupku dan hidup semua orang.  Aku akan mengungkapkan iman percaya  itu dalam doa pribadiku maupun saat berdoa bersama orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»