suplemenGKI.com

Selasa, 18 Juli 2017

17/07/2017

Bacaan : Yesaya 44 : 6 – 8

 Tema : Tidak ada Allah selain dari pada-Ku

PENGANTAR
Kehidupan umat Allah dalam pembuangan di Babel tidak dapat dipungkiri bahwa mereka melihat dan menyaksikan kehidupan masyarakat Babel dalam pembuatan dan penyembahan berhala. Berhala hanyalah sepotong kayu yang dapat terbakar oleh api. Itu tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan. Sedangkan Tuhan Allah adalah Pribadi Yang Maha Kuasa penyelamat umat Israel. Umat terbebas diperhadapkan kepada pilihan, kepada siapa mereka memautkan hidupnya ?

PEMAHAMAN

  1. Bagaimana Tuhan Allah menyatakan diri-Nya kepada umat terbebas ? ( ayat 6 )
  2. Apa yang di maksud dengan pernyataan “Siapakah sepeti Aku” ( ayat 7 )
  3. Apa makna kalimat, “Kamulah saksi-saksi-Ku” ( ayat 8 )

Polemik pembuatan dan penyembahan berhala bisa saja mempengaruhi kehidupan umat terbebas. Karena dalam keseharian kehidupan umat terbebas diperhadapkan secara langsung dengan system penyembahan berhala di Babel. Itu sebabnya Tuhan berfirman, “Beginilah Firman Tuhan, Raja dan Penebus Israel, Tuhan semesta alam”. Sungguh sangat luar biasa ! Tuhan Allah menyatakan kepada umat terbebas sebagai Raja yang penuh kuasa yang menebus/membebaskan umat Israel dari pembuangan di Babel, Dialah Tuhan semesta alam/pencipta alam semesta. Dia berkuasa atas kehidupan umat-Nya. Dia ingin meyakinkan umat-Nya dengan mengatakan, “Tidak ada Allah selain dari pada-Ku”.

Dialah Tuhan Allah, Khalik langit dan bumi, Allah yang Maha kuasa. Tidak ada Allah yang seperti Dia ( ayt 7 ). Tuhan Allah tidak dapat dibandingkan dengan apapun (patung/berhala) dan dengan siapapun yang ada di alam semesta ini karena Tuhan Allah adalah Maha mulia. Pembebasan umat Israel dari pembuangan di Babel merupakan kesempatan Israel diciptakan kembali supaya layak memancarkn kemuliaan Allah. Umat Israel di tuntut menjadi saksi Tuhan untuk menceritakan kemuliaan Allah.

Jika demikian yang harus lebih berbahagia adalah kita umat percaya yang hidup di jaman sekarang. Hidup kita yang berlumuran dosa di tebus oleh Tuhan Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib. Sekarang kita menjadi anak-anak Allah dengan berkat kasih karunia yang tak terkatakan. Kita bisa mengatakan bahwa “tidak ada Tuhan Allah yang seperti Dia”. Dia Allah Yang Maha Mulia yang mengasihi kita. Oleh sebab itu kita diberi tugas oleh Allah untuk menjadi saksi bagi kemuliaan-Nya. Bersediakah kita ?

REFLEKSI
Marilah kita berdiam diri sejenak untuk merenungkan : Dalam hal apa saudara mengatakan bahwa “Tidak ada Tuhan Allah seperti Dia” ? Mengapa saudara mengatakan demikian ?

TEKADKU
Ya Tuhan, Engkau Allah Yang Maha Adil juga Maha Kasih, yang berkorban menebus dosa juga mengasihiku. Sekarang saya menyadari bahwa “Tidak ada Allah yang seperti Engkau”

TINDAKANKU
Sekarang saya harus menjadi saksi bagi kemuliaan-Mu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»