suplemenGKI.com

Yakobus 2:1-13

JANGAN MEMANDANG MUKA

PENGANTAR
Ada pepatah yang mengatakan, ”Don’t judge a book from it’s cover” (Jangan menilai sebuah buku hanya dari sampul depannya). Pepatah ini merupakan teguran bagi kita yang cenderung menilai orang lain hanya dari penampilannya. Rupanya kecenderungan seperti itu sudah ada sejak dahulu dan menjadi salah satu keprihatinan Yakobus. Yakobus menegaskan bahwa mereka yang bersikap memandang muka bukan hanya berurusan dengan sesama manusia, melainkan dengan Allah sendiri.

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-7.  Menurut Anda, apa yang dimaksudkan Yakobus dengan “memandang muka” (ay. 1)? Benarkah bahwa kita cenderung menghormati orang kaya dan menghina orang miskin? (ay. 2-3). Mengapa Yakobus menentang kecenderungan seperti itu? (ay. 4-7).
  • Ay. 8-11. Yakobus menegaskan bahwa mereka yang memandang muka telah berbuat dosa. Mengapa demikian? (ay. 8-9). Seberapa seriuskah dosa tersebut? (ay. 10-11)
  • Ay. 12-13. Apa peran Allah dalam situasi tersebut?

Istilah “memandang muka” (ay. 1) yang dimaksudkan Yakobus di sini adalah sikap berpihak (pilih kasih), atau diskriminatif (ay. 4, “membuat perbedaan”). Yakobus memberikan contoh sekaligus teguran kepada para pembacanya (juga kepada kita) yang cenderung menghormati orang kaya dan menghina orang miskin. Yakobus menyamakan sikap mereka dengan sikap seorang hakim yang jahat (ay. 4), yang menghakimi dan menghukum tanpa memperhatikan fakta-fakta yang sesungguhnya. Mereka menghina orang-orang miskin, padahal mereka adalah orang-orang pilihan Allah (ay. 5-6a). Mereka menghormati orang-orang kaya, tanpa peduli bahwa orang-orang ini telah melakukan berbagai kejahatan (ay. 6b-7).

Yakobus menegaskan bahwa mereka yang memandang muka telah berbuat dosa dan melakukan pelanggaran terhadap firman Allah. Sikap memandang muka bertentangan dengan hukum yang utama, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ay. 8).  Yakobus juga menegaskan bahwa seseorang tidak boleh melakukan satu hukum Allah dan melanggar hukum yang lain (ay. 10). Seluruh hukum Allah merupakan sebuah kesatuan dan merupakan perwujudan dari karakter Allah sendiri (ay. 11). Sikap memandang muka melanggar hukum kasih, sekaligus juga melanggar seluruh hukum Allah.

Di ayat 4 telah disebutkan bahwa mereka yang memandang muka telah menghakimi orang lain dengan pikiran yang jahat. Di ayat 12 dan 13, Yakobus mengingatkan bahwa mereka juga akan berhadapan dengan penghakiman Allah. Mereka akan menerima pembalasan yang setimpal. Sedangkan orang-orang yang menjadi korban penghakiman mereka akan mendapatkan belas kasihan Allah (ay. 13b).

REFLEKSI

Sikap memandang muka adalah pelanggaran terhadap hukum kasih, sekaligus pelanggaran terhadap seluruh hukum Allah dan terhadap sifat-sifat Allah yang membuat hukum-hukum itu.

TEKADKU

Tuhan, ampunilah aku jika aku telah berlaku diskriminatif terhadap orang-orang miskin dan terhadap orang-orang dari suku-suku tertentu.

TINDAKANKU

Aku akan meminta pendapat dari orang-orang terdekatku (suami, istri, anak, dan sahabat), apakah selama ini aku telah bersikap memandang muka (pilih kasih, atau diskriminatif).

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«