suplemenGKI.com

PUJILAH NAMA-NYA

Mazmur 113:1-3

 

Pengantar
Ada kalanya seseorang memiliki tokoh yang sangat dikagumi dalam hidupnya. Tokoh yang dikagumi itu telah memberikan inspirasi maupun teladan yang baik dalam hidupnya. Ketika seseorang kagum akan tokoh idolanya, biasanya ia menceritakan kehidupan tokoh idolanya kepada teman-teman maupun anggota keluarganya. Sehingga tokoh idolanya itu akan semakin banyak dikenal oleh banyak orang. Saudara, renungan hari ini mengajak kepada kita untuk memasyhurkan nama Tuhan dan menceritakan segala perbuatan tangan-Nya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2         : Siapakah yang diajak untuk memuji dan memasyhurkan nama Tuhan ?
  • Ayat 3             : Mengapa pemazmur mengajak untuk memuji Tuhan dari terbitnya matahari sampai terbenamnya?

Mazmur ini diawali dan diakhiri dengan kata “Haleluya”, yang mana mazmur ini dirancang untuk memuji Allah. Pemazmur mengajak hamba-hamba Tuhan untuk memuji dan memashyurkan nama-Nya (ayat 1). Hamba-hamba Tuhan yang dimaksudkan dalam bagian ini dikaitkan dengan ketaatan kepada Tuannya. Hamba itu tak lain adalah umat Tuhan, yakni orang-orang yang telah mengenal dan menerima segala kebaikan dan belas kasih-Nya. Sehingga dengan hati yang tulus, mereka memberikan seluruh hidupnya untuk tunduk menyembah dan taat pada Allah yang hidup. Bahkan ketika seluruh hamba-Nya memuji nama-Nya, maka mereka juga turut serta mengajak orang lain untuk melakukan hal yang serupa. Dengan demikian, nama Tuhan bukan hanya dipuji oleh para hamba-Nya, melainkan juga diperkenalkan kepada orang lain atau bangsa lain.

Ungkapan “dari terbit matahari sampai terbenamnya” (ayat 3), hendak menjelaskan bahwa dari segala tempat, tampaklah bukti nyata dari hikmat, kuasa, dan kebaikan-Nya atas seluruh ciptaan-Nya. Oleh karena segala perbuatan baik yang dikerjakan oleh Tuhan itu tiada berkesudahan, maka pemazmur menekankan bahwa pujian kepada Tuhan itu harus dilakukan terus-menerus, sebab pujian kepada Tuhan merupakan ibadah yang hidup dan berkenan kepada-Nya. Saudara, bagian ini sesungguhnya mengingatkan kepada kita untuk tak henti-hentinya memuji memuliakan nama Tuhan. Bahkan kita juga diminta untuk menceritakan segala perbuatan-Nya kepada orang-orang di sekeliling kita, agar mereka turut merasakan dan menikmati kebaikan-Nya.  Ketika kita memuji dan menceritakan segala kemuliaan-Nya, maka hal itu merupakan wujud bakti dan sembah kita hanya kepada Tuhan, Sang Pemilik Kehidupan.

Refleksi
Di pagi yang sejuk dan teduh ini, berdirilah sejenak dan pandanglah ke luar. Di sekeliling saudara mungkin terdapat dedaunan yang menghijau segar, bunga-bunga indah penuh warna, kicau merdu burung, serta hangatnya matahari di pagi hari. Semua yang saudara pandang saat ini, bukankah wujud kasih dan pemeliharaan Tuhan atas ciptaan-Nya? Kasih dan kebaikan Tuhan begitu banyak dan tak terhingga dalam hidup kita. Seberapa dalamkah kerinduan saudara untuk memuji Tuhan atas segala kasih-Nya? 

Tekad
Ya Tuhan, mampukan aku untuk mensyukuri kasih-Mu melalui puji-pujian yang ku naikkan kepada-Mu.

Tindakan
Aku akan meluangkan waktuku untuk merenungkan segala kebaikan-Nya dan menaikkan pujian kepada-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*