suplemenGKI.com

Amos 8:4-8

 

Ganjaran Bagi Si Penindas

 

Pengantar:
Salah satu istilah yang sedang ngetop saat ini adalah “pengentasan kemiskinan” Sebuah cita-cita yang luhur untuk mengangkat atau mengentaskan orang-orang yang masih berada di garis kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan atau terpinggirkan. Tetapi sayang di negara kita cita-cita itu masih sekedar slogan belaka. Menurut saudara, Indonesia itu sebenarnya kaya atau miskin? Saya yakin anda akan setuju dengan saya bahwa sebenarnya negeri kita ini kaya raya. Namun ironis dan menyakitkan adalah: negerinya kaya, namun penduduknya miskin. Jadi ibaratnya seperti ayam yang mati kelaparan di lumbung padi. Situasi seperti demikianlah sebenarnya yang dikisahkan pada bacaan Amos 8:4-8 ini. 

Pemahaman:

  • Apa pesan yang ingin disampaikan oleh Tuhan melalui Amos 8:4-6?
  • Apa yang akan terjadi terhadap orang-2 yang menindas sesamanya dengan tidak adil?

Kitab Amos 8 ini berisi kritikan keras dari Allah melalui nabi-Nya terhadap sikap dan kelakuan umat Israel Utara pada saat itu. Mereka di mulutnya mengaku percaya dan beribadah kepada Allah (Lih 5:21-27) tetapi bersikap mementingkan diri sendiri, tidak adil, tidak peduli, tidak mengasihi sesama terutama kaum lemah tanpa mengenal belaskasihan. Para pedagang, orang-orang kaya yang memegang roda ekonomi saat itu dengan leluasa mengambil keuntungan sebesar-besarnya, walaupun harus berbuat curang dengan neraca/takaran dan menjual bahan pokok yang sudah tidak layak dikonsumsi. Selain itu mereka juga menjadikan orang-orang miskin sebagai budak karena tidak mampu membayar hutang pinjamannya. Terjadi kesenjangan yang luar biasa antara kaum miskin dengan kaum yang kaya (Lih. v. 4-6) Di sisi lain kaum rohaniawan bungkam seribu bahasa melihat realita ketidakadilan itu. Mereka sepertinya menjalankan ibadah, pelayanan dan ritual keagamaan, tetapi tidak mampu menyentuh kehidupan sosial yang bobrok (8:3) Allah kecewa terhadap situasi demikian sehingga Dia akan memberi ganjaran/hukuman yang setimpal dengan perbuatan orang-orang yang berlaku tidak adil (v. 7-8) Allah ingin setiap orang berlaku adil, mempedulikan dan mengasihi sesama dengan apa yang menjadi kelebihannya, bukan malah menindasnya. Hukuman Allah itu sangat berat sehingga bumi akan bergetar dan semua orang akan berkabung karena ketakutan akan murka Allah bagi para penindas.

Refleksi:
Dalam momen bulan keluarga ini, mari kita berefleksi mungkin kita telah berlaku kurang adil, kurang peduli dan kurang mengasihi kaum lemah. Masih ada kesempatan untuk mengubah sikap. Tuhan menghendaki kita untuk berlaku adil, peduli dan kasih terutama kepada mereka yang terdekat dengan kita, kemudian meluas kepada mereka yang jauh.

Tekadku:
Tuhan, tolonglah agar aku berlaku adil, peduli dan mengasihi sesama, seperti yang Engkau rindukan, walaupun mungkin hanya dalam hal-hal kecil dan sederhana.

Tindakanku:
Mulai hari ini aku belajar menghargai hak-hak orang lain, membagikan apa yg bisa kubagikan dan mengasihi orang lain secara nyata, walaupun dalam bentuk yang sederhana.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*